Retno menuturkan jumlah itu didapat dari perhitungan data yang terverifikasi KBRI New Delhi per Jumat (17/4). Ia menuturkan 13 dari 75 WNI positif corona itu telah dinyatakan sembuh.
"Jumlah 75 WNI ini merupakan angka tertinggi dari WNI yang terpapar Covid-19 di luar negeri," kata Retno dalam jumpa pers virtual pada Jumat (17/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, Retno menegaskan saat ini pemerintah belum bisa melakukan proses evakuasi terhadap ratusan WNI tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah telah membuat rencana evakuasi.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian |
"Rencana evakusi sudah kami buat, sudah kami persiapkan, mengenai kapan evakuasi dilakukan ini harus ditunda karena seluruh WNI Jamaah Tabligh di India sedang menjalani karantina, sebagian yang lain juga sedang dalam proses hukum," ujar Retno.
Ia memastikan bahwa puluhan WNI yang terjerat proses hukum itu mendapat pendampingan konsuler dan hukum dari KBRI New Delhi.
Selain menyegel markas Jamaah Tabligh di India, kepolisian India juga telah mendakwa sang pemimpin organisasi cabang India, Muhammad Saad Khandalvi, dengan tuduhan pembunuhan lantaran berkeras menggelar pertemuan meski telah berlaku larangan berkumpul dan penerapan lockdown. (rds/evn)
Foto: CNN Indonesia/Fajrian