Seperti dilansir CNN, Selasa (21/4), Jamlo mengembuskan napas terakhir beberapa jam sebelum tiba di kampung halamannya.
Menurut laporan, Jamlo bekerja sebagai buruh tani di ladang cabai di Desa Perur, kawasan selatan Negara Bagian Telangana. Dia berharap bisa kembali bekerja setelah lockdown seharusnya berakhir pada 14 April lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah berjalan selama tiga hari, Jamlo meninggal akibat kelelahan.
"Mereka berjalan melalui wilayah pegunungan selama tiga hari untuk menghindari polisi. Kami diberitahu bahwa Jamlo tidak makan apapun pada pagi hari itu karena merasa perutnya tidak enak dan sempat muntah. Kami menduga ada ketidakseimbangan elektrolit yang memicu kematiannya," kata Kepala Dinas Kesehatan Chattisgarh, B R Pujari.
Sebanyak 11 perantau lain yang ikut dalam perjalanan itu dikarantina selama 14 hari, dan darah mereka diambil untuk diperiksa. Setelah dilakukan pemeriksaan pasca meninggal, petugas menyatakan Jamlo tidak mengidap virus corona.
Pemerintah India memberlakukan lockdown pada 25 Maret lalu untuk menekan penyebaran virus corona. Hal itu membawa dampak negatif terhadap sejumlah perantau yang mencari nafkah di kota besar.
Karena tempat mereka bekerja tutup akibat lockdown, para perantau tersebut banyak yang memutuskan pulang kampung karena tidak mampu membayar sewa tempat tinggal di kota. Sebagian besar pemudik harus berdesakan di dalam bus yang jumlahnya terbatas dan mengabaikan aturan menjaga jarak.
(CNN Indonesia/Fajrian) |
(CNN Indonesia/Fajrian)