Mengutip CNN, kasus tersebut terjadi sepanjang dua pekan lalu. Kasus itu juga masih misterius dan pihak otoritas masih melakukan penyelidikan.
Kasus pertama terjadi pada 24 April lalu. Natalya Lebedeva, kepala layanan darurat medis di Star City meninggal dunia akibat terjatuh. Diketahui, Star City merupakan pusat pelatihan kosmonaut Rusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia adalah seorang profesional sejati di bidangnya, menyelamatkan nyawa manusia setiap hari," hanya itu pernyataan yang diutarakan pihak rumah sakit seperti diberitakan CNN, Selasa (5/5).
Elena dikabarkan menentang rencana rumah sakitnya dijadikan fasilitas perawatan virus corona. Dia menolak karena alat pelindung diri masih cenderung sedikit.
Departemen Kesehatan lantas membantah hal itu dan menyatakan bahwa rumah sakit tempat Elena bekerja hanya akan dijadikan fasilitas cadangan perawatan virus corona.
Pihak Departemen Kesehatan pun mengatakan Elena meninggal dunia usai dirawat secara intensif selama satu pekan.
Mulanya, Shulepov merupakan perawat pasien virus corona. Namun, dia dinyatakan positif terinfeksi corona pada 22 April.
Shulepov, bersama rekannya yakni Alexander Kosyakin, sempat mengunggah video. Mereka mengaku masih dipaksa bekerja merawat pasien meski telah positif mengidap virus corona. Mereka juga menyebut Rumah Sakit Novousmanskaya kekurangan alat pelindung diri.
Pihak Rumah Sakit Novousmanskaya lalu mengeluarkan pernyataan. Mereka menyatakan bahwa Shulepov sudah tidak merawat pasien.
Namun, dalam video yang kedua, Shulepov bicara didampingin Kepala Rumah Sakit Novousmanskaya, Igor Potanin. Potanin juga mengatakan hal serupa, yakni para perawat memiliki alat pelindung diri yang cukup.
Hingga kemudian, pada 2 Mei, Shulepov dilaporkan terjatuh dari jendela lantai dua rumah sakit. Kini kondisinya kritis dan tengah dirawat. (bmw)