Seorang pejabat Departemen Pertahanan AS atau Pentagon mengatakan dua dari empat baterai sistem anti-rudal yang dikerahkan usai serangan kilang minyak Saudi pada September lalu itu telah ditarik keluar.
Pemberontak yang didukung Iran dan Houthi di Yaman dituding sebagai pihak bertanggung jawab atas serangan drone yang turut memangkas setengah produksi minyak Saudi itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir semua orang tahu penambahan tersebut sementara, kecuali keadaan memburuk," kata pejabat yang tidak disebutkan namanya tersebut pada Kamis (7/5) seperti dikutip dari AFP. "Kondisinya tidak memburuk, jadi harus dipulangkan."
Dengan pengembalian sistem rudal, otomatis 300 personel AS yang mengoperasikannya juga ikut ditarik pulang.
AS mengerahkan rudal Patriot dan ratusan pasukan pendukung ke Arab Saudi untuk membantu pertahanan negara itu usai dua kilang minyak Aramco diserang pesawat tak berawak, dan meningkatnya ketegangan di kawasan.
Pentagon juga mengirim sekitar 3.000 pasukan tambahan, jet tempur, dan perangkat perang lainnya. AS memperluas kehadiran angkatan laut di wilayah tersebut untuk menunjang pertahanan udara dan rudal Saudi terhadap kemungkinan serangan roket dari Iran. (dea)