Anggap Ancaman Iran Reda, AS Tarik Rudal Patriot dari Saudi
CNN Indonesia
Jumat, 08 Mei 2020 07:18 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat menarik kembali empat sistem rudal Patriot dari Arab Saudi, setelah mereka menilai Iran tak lagi menjadi ancaman di kawasan itu.
Seorang pejabat Departemen Pertahanan AS atau Pentagon mengatakan dua dari empat baterai sistem anti-rudal yang dikerahkan usai serangan kilang minyak Saudi pada September lalu itu telah ditarik keluar.
Pemberontak yang didukung Iran dan Houthi di Yaman dituding sebagai pihak bertanggung jawab atas serangan drone yang turut memangkas setengah produksi minyak Saudi itu.
Sementara itu dua baterai lainnya masih dalam proses penarikan. Dua baterai tersebut dikirim AS pada Maret lalu usai serangan yang diluncurkan faksi pro-Iran di pangkalan Irak Taji, utara Baghdad. Dua orang Amerika dan satu tentara Inggris tewas dalam serangan itu.
"Saya pikir semua orang tahu penambahan tersebut sementara, kecuali keadaan memburuk," kata pejabat yang tidak disebutkan namanya tersebut pada Kamis (7/5) seperti dikutip dari AFP. "Kondisinya tidak memburuk, jadi harus dipulangkan."
Dengan pengembalian sistem rudal, otomatis 300 personel AS yang mengoperasikannya juga ikut ditarik pulang.
AS mengerahkan rudal Patriot dan ratusan pasukan pendukung ke Arab Saudi untuk membantu pertahanan negara itu usai dua kilang minyak Aramco diserang pesawat tak berawak, dan meningkatnya ketegangan di kawasan.
Pentagon juga mengirim sekitar 3.000 pasukan tambahan, jet tempur, dan perangkat perang lainnya. AS memperluas kehadiran angkatan laut di wilayah tersebut untuk menunjang pertahanan udara dan rudal Saudi terhadap kemungkinan serangan roket dari Iran. (dea)
[Gambas:Video CNN]
Seorang pejabat Departemen Pertahanan AS atau Pentagon mengatakan dua dari empat baterai sistem anti-rudal yang dikerahkan usai serangan kilang minyak Saudi pada September lalu itu telah ditarik keluar.
Pemberontak yang didukung Iran dan Houthi di Yaman dituding sebagai pihak bertanggung jawab atas serangan drone yang turut memangkas setengah produksi minyak Saudi itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir semua orang tahu penambahan tersebut sementara, kecuali keadaan memburuk," kata pejabat yang tidak disebutkan namanya tersebut pada Kamis (7/5) seperti dikutip dari AFP. "Kondisinya tidak memburuk, jadi harus dipulangkan."
Dengan pengembalian sistem rudal, otomatis 300 personel AS yang mengoperasikannya juga ikut ditarik pulang.
AS mengerahkan rudal Patriot dan ratusan pasukan pendukung ke Arab Saudi untuk membantu pertahanan negara itu usai dua kilang minyak Aramco diserang pesawat tak berawak, dan meningkatnya ketegangan di kawasan.
Pentagon juga mengirim sekitar 3.000 pasukan tambahan, jet tempur, dan perangkat perang lainnya. AS memperluas kehadiran angkatan laut di wilayah tersebut untuk menunjang pertahanan udara dan rudal Saudi terhadap kemungkinan serangan roket dari Iran. (dea)
[Gambas:Video CNN]