Amerika Serikat berada di urutan pertama jumlah kasus dan kematian tertinggi akibat corona yakni sebanyak 1.442.924 kasus dengan 87.493 korban jiwa.
Sementara Rusia saat ini berada di urutan kedua global dengan 262.843 kasus dan 2.418 kematian. Disusul Inggris di urutan ketiga dengan 238.004 kasus dan 34.078 pasien meninggal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan data JHU, Worldometers mencatat Spanyol berada di urutan kedua kasus tertinggi setelah AS yakni sebanyak 274.367 kasus dengan 27.459 korban jiwa dan 188.967 pasien sembuh.
Spanyol menjadi negara dengan kasus corona tertinggi di Eropa, disusul Rusia dengan 262.367 kasus, 2.418 kematian dan 58.226 pasien sembuh.
Foto: CNN Indonesia/FajrianInsert Artikel - Waspada Virus Corona |
Di Asia, Iran menjadi negara dengan kasus corona tertinggi yakni sebanyak 116.635 kasus. Sebanyak 6.902 orang meninggal dan 91.836 pasien sembuh dari Covid-19.
India menjadi negara kedua di Asia dengan kasus corona sebanyak 85.784. Sekitar 30.234 pasien corona di India dinyatakan sembuh dan 2.753 lainnya meninggal.
Saat ini Negeri Singa memiliki 26.891 kasus corona dengan 21 kematian dan 7.248 pasien sembuh.
Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melihat kemungkinan virus ini tidak akan bisa hilang. Artinya, populasi harus mulai beradaptasi dengan kehadiran virus tersebut di kehidupannya.
"Penting untuk membahas ini, virus (corona) dapat menjadi endemi virus lain di komunitas kita dan virus ini kemungkinan tidak akan pernah pergi," ujar Direktur Eksekutif Program Kedaruratan WHO Michael Ryan dalam konferensi pers virtual, Rabu (13/5).
WHO juga tidak bisa memastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyediakan vaksin corona. (evn)
Foto: CNN Indonesia/Fajrian