Angka Kematian Akibat Covid-19 di Brasil Tembus 15 Ribu

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Minggu, 17/05/2020 08:21 WIB
Petugas medis melakukan pemeriksaan cepat (rapid test) COVID-19 terhadap sejumlah pedagang di Pasar Botania 2, Batam, Kepulauan Riau, Jumat (15/5/2020). Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di sejumlah pasar tradisional. ANTARA FOTO/M N Kanwa Ilustrasi Covid-19. (Foto: ANTARA FOTO/M N Kanwa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Brasil cukup terpukul pandemi Covid-19. Angka kematian akibat virus corona (SARS-CoV-2) di Brasil mencapai 15.633 pada Sabtu (16/5) waktu setempat.

Brasil juga telah melaporkan 230 ribu kasus terkait infeksi virus corona dan membuatnya menjadi negara dengan kasus terbanyak keempat di dunia.

Total kasus dan jumlah kematian tersebut juga membuat Brasil menjadi episentrum wabah virus corona di Amerika Selatan. Padahal, Presiden Jair Bolsonaro sebelumnya sempat menyebut virus corona hanya seperti flu biasa.


Melansir AFP, Minggu (17/5), para ahli menyatakan angka tersebut akan terus bertambah dan yang terburuk masih akan terjadi sebab jumlah pemeriksaan minim di Brasil.

Kawasan Amerika Selatan melaporkan 816 kematian dan 14.919 kasus baru dalam 24 jam terakhir.

Namun, Presiden Jair Bolsonaro mengkritik beberapa gubernur yang memilih lockdown kawasan untuk menekan penyebaran virus. Menurutnya, keputusan tersebut akan menyusahkan masyarakat.

"Pengangguran, kelaparan, dan kesengsaraan akan menjadi masa depan yang melakukan lockdown," ucap Presiden Bolsonaro.

Presiden Bolsonari menegaskan isolasi mandiri dan penutupan usaha tak perlu dilakukan karena merusak perekonomian.

Hingga Minggu (17/5), pandemi Covid-19 telah menyebabkan 311. 425 ribu orang meninggal dunia. Secara global, Amerika Serikat saat ini berada di posisi pertama dengan 1,46 juta kasus, kemudian diikuti Rusia dengan 272 ribu kasus, Inggris dengan 241 ribu kasus, dan Brasil.

Sebelumnya diberitakan bahwa Menteri Kesehatan Brasil Nelson Teich mengundurkan diri karena tidak cocok dengan Presiden Jair Bolsonaro dalam menyikapi wabah virus corona.

Dilansir dari AFP, Jumat (15/5), pengunduran diri Teich diumumkan oleh Kementerian Kesehatan Brasil melalui keterangan singkat. Teich dan Bolsonaro disebut berbeda pendapat soal penggunaan chloroquine dalam penanganan covid-19.

Teich baru sebulan menduduki jabatan menteri kesehatan. Ia sebelumnya menggantikan Luiz Henrique Mandetta yang mundur pada 16 April lalu setelah cekcok dengan Bolsonaro. Kala itu, Bolsonaro mengkritik kebijakan Mandetta yang mendorong warga tetap tinggal di rumah untuk mencegah penyebaran virus. (chr/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK