Puluhan Suku di Pedalaman Brasil Tertular Virus Corona

CNN Indonesia | Senin, 18/05/2020 09:49 WIB
Waiapi men into the jungle in the Waiapi indigenous reserve in Amapa state in Brazil on October 14, 2017. 
Tribal chieftain Tzako Waiapi perfectly remembers the day almost half a century ago when his hunting party stumbled across a group of white adventurers in the Amazon rainforest. Within months, nearly everyone in his entire tribe had died from disease.  / AFP PHOTO / Apu Gomes / TO GO WITH AFP STORY Ilustrasi Suku Waiapi di pedalaman Amazon, Brasil. (AFP PHOTO / Apu Gomes)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 38 kelompok suku asli di pedalaman Brasil dilaporkan sudah tertular virus corona (Covid-19).

Kondisi tersebut kembali mengingatkan kepada sejarah bahwa suku pedalaman di Brasil sangat rentan terhadap penularan virus dari luar wilayah mereka.


"Virus itu memasuki wilayah suku pedalaman di seluruh Brasil dengan kecepatan yang menakutkan," demikian isi pernyataan Asosiasi Suku Terasing Brasil (APIB), seperti dilansir AFP, Minggu (17/5).


Dalam jajak pendapat, APIB menemukan 446 kasus virus corona baru dan 92 orang meninggal di antara para anggota suku terasing di Brasil.

Kepala Suku Parque das Tribos, Messias Kokama, yang bermukim di sebelah utara kota Manaus, dilaporkan meninggal akibat virus corona.

Kokama yang tutup usia pada 53 tahun dimakamkan menggunakan peti untuk menghindari penyebaran virus.


Selain itu, kondisi pandemi justru membuat para penambang ilegal dan pembalak liar semakin merangsek ke dalam wilayah suku terasing.

"Sudah tidak terhitung berapa banyak wilayah suku terasing yang dilanggar dengan dukungan pemerintah, yang akan menghancurkan tempat tinggal para suku asli," lanjut pernyataan APIB.

Jumlah kasus infeksi virus corona di Brasil juga terus bertambah. Hingga kini tercatat ada 233.142 kasus, dengan 15.633 orang meninggal.

(CNN Indonesia/Fajrian)

Menurut data Sekolah Kedokteran Universitas Johns Hopkins, jumlah kasus virus corona di Brasil kini berada dalam posisi keempat tertinggi di dunia. Yakni mencapai 241.080 kasus, dan 16.118 orang meninggal. (ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]