Perdana Menteri Italia Minta Garansi dari Klub-klub Serie A

CNN Indonesia | Minggu, 17/05/2020 09:57 WIB
Juventus' Paulo Dybala, left, celebrates scoring his side's opening goal during the Serie A soccer match between Juventus and Brescia, a the Allianz Stadium in Turin, Italy, Sunday, Feb. 16, 2020. (Marco Alpozzi/Lapresse via AP) Ilustrasi Seri A Liga Italia. (Foto: Marco Alpozzi/Lapresse via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte meminta garansi dari klub-klub Serie A sebelum menggelar kembali kompetisi Liga Italia musim ini di tengah pandemi virus corona.

Serie A jadi salah satu liga yang akan dilanjutkan di masa darurat wabah Covid-19 ini. Liga Italia musim 2019/2020 rencananya kembali dimulai pada 13 Juni.

Akan tetapi, menurut Giuseppe Conte, klub-klub Serie A wajib menjamin bisa melengkapi sejumlah persyaratan lain yang diminta Pemerintah Italia sebelum melanjutkan musim ini yang sempat terhenti selama dua bulan karena virus corona.


"Sebelum memulai [kembali] musim [ini], kami memerlukan jaminan. Setelah berbicara dengan Menteri Olahraga Vincenzo Spadaforo, saat ini kami tidak mempunyai itu [jaminan]," kata Perdana Menteri Conte dikutip dari AFP.

"Saya berharap jaminan itu bisa didapatkan sesegera mungkin," ucap Conte menambahkan.

AFP melaporkan, banyak klub-klub Serie A sulit memenuhi protokol kesehatan yang dibuat Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) berdasarkan rekomendasi pemerintah melalui Komite Teknis dan Ilmiah. Dua poin dari protokol kesehatan itu dianggap bermasalah.

Poin pertama adalah klub-klub kesulitan mengatur dua minggu latihan bersama yang dimulai Senin (18/5). Dalam latihan itu, secara teori para pemain harus berlatih bersama, lalu makan dan tidur di tempat latihan atau hotel guna menghindari risiko terinfeksi virus corona. Akan tetapi tidak banyak klub memiliki fasilitas tersebut.

Sedangkan poin kedua adalah, keinginan Pemerintah Italia memberlakukan karantina bagi seluruh tim dan staf apabila dalam klub tersebut ada yang dinyatakan positif Covid-19.

Sementara itu, klub-klub Serie A lebih menginginkan sistem yang diterapkan di Liga Jerman (Bundesliga), di mana hanya yang terinfeksi corona yang dikarantina.

Liga Italia sendiri berencana merampungkan sisa pertandingan di musim ini dalam waktu kurang dari dua bulan, yaitu mulai 13 Juni hingga 2 Agustus. Jadwal pertandingan tersebut akan diselingi agenda lain seperti Coppa Italia.

Dengan jadwal tersebut, operator kompetisi berencana menggelar dua pertandingan dalam satu pekan dan diharapkan kompetisi berakhir pada 2 Agustus sesuai tenggat UEFA. Hal ini membuat klub-klub Serie A akan bertanding setiap tiga atau empat hari.

Dari jadwal padat tersebut hanya ada dua periode libur yaitu pada 1 Juli dan 22 Juli. Waktu libur liga ini akan digunakan untuk menggelar lanjutan Coppa Italia yang sudah memasuki babak semifinal.

Jika rencana ini berjalan mulus, klub-klub Italia yang berkiprah di Eropa; Juventus, Napoli, Atalanta, Inter Milan, dan AS Roma bisa fokus menjalani persaingan di Liga Champions serta Liga Europa pada Agustus. (chr/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK