Salah Kirim Pesan, Singapura Minta Maaf ke 357 Pasien Corona

CNN Indonesia | Selasa, 19/05/2020 19:13 WIB
People suspected of being infected with the new coronavirus talk with medial center workers to receive tests in Daegu, South Korea, Friday, Feb. 21, 2020. South Korea reported 100 new virus cases Friday, bringing the country's total to 204, many of them clustered around a southeastern city, and raising fears that the outbreak is getting out of control. (Kim Hyun-tae/Yonhap via AP) Ilustrasi situasi di tengah pandemi virus corona. (Kim Hyun-tae/Yonhap via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Singapura meminta maaf kepada 357 pasien Covid-19 pada Senin (18/5) malam, karena salah mengirim pesan teks yang menyebutkan bahwa mereka kembali terinfeksi virus corona.

Kementerian Kesehatan mengatakan, sebuah kesalahan teknis dalam pengujian di sistem IT menyebabkan pesan itu terkirim pada akhir pekan.

Dilansir dari AFP, sebuah pesan susulan berisi permohonan maaf atas ketidaknyamanan akibat pesan itu telah dikirimkan kepada 357 orang yang menjadi korban.



Dilansir dari ABC, kepada ChannelNewsAsia, dua mantan pasien Covid-19 yang menerima pesan teks mengatakan, sebelum menerima pesan itu mereka telah dinyatakan negatif dan sudah dipulangkan.

"Sejak itu, kami meninjau proses (pengiriman) untuk memastikan kesalahan yang sama tidak terulang," kata kementerian.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian

Singapura awalnya berhasil mengendalikan wabah virus corona tapi kemudian mereka mulai dilanda gelombang kedua infeksi. Sebagian besar gelombang kedua ini berasal dari pekerja migran di asrama yang penuh sesak.

Dalam hal deteksi awal, Singapura termasuk salah satu negara yang dinilai memiliki sistem efektif dalam mengidentifikasi setiap kasus virus corona. Kementerian Kesehatan Singapura rutin memperbarui perkembangan setiap kasus corona yang baru maupun sembuh melalui situs resmi.


WHO bahkan memuji cara pemerintah Singapura untuk mengedukasi masyarakat demi menyetop penyebaran. Negara itu telah melaporkan 28.794 kasus, termasuk 22 kematian, dan hampir 10.000 orang telah sembuh.

Seperti banyak negara lain, Singapura memerintahkan penutupan sebagian besar sektor bisnis, mengimbau masyarakat untuk tinggal di rumah, dan melarang pertemuan skala besar.


Para pejabat negara itu mengatakan, kemungkinan pelonggaran pembatasan bisa dilakukan di awal Juni. (ans/dea)

[Gambas:Video CNN]