Topan Amphan terbentuk di Teluk Benggala dengan kecepatan angin diperkirakan berkisar antara 160 hingga 170 kilometer per jam. Gelombang badai berpotensi memicu kerusakan besar disertai angin dan hujan deras.
Gelombang badai diperkirakan akan mendorong air laut hingga sejauh 25 kilometer ke daratan dan kemungkinan akan memicu banjir di sejumlah kota, salah satunya Kolkata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Topan yang terjadi di bulan Ramadan saat pandemi corona membuat pemerintah kedua negara meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah kemungkinan penularan virus di tempat pengungsian.
[Gambas:Video CNN]
Selain menyediakan pasokan bahan makanan, pemerintah kedua negara memastikan upaya menyediakan masker, alat kebersihan, dan menerapkan jaga jarak aman.
Mengutip Associated Press, Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Bantuan Bangladesh Enamur Rahman mengatakan mulai Rabu pukul 6 pagi pemerintah telah menaikkan status siaga tertinggi.
Mantan kepala departemen meteorologi India KJ Ramesh menuturkan daerah tersebut masuk dalam daftar langganan diterjang topan dahsyat.
Bedanya kali ini bukan pada frekuensi topan, namun pada intensitas kecepatan angin. Peningkatan intensitas kecepatan angin menurutnya terjadi lantaran perubahan iklim dan pemanasan global.
"Ini ada kaitannya dengan perubahan suhu permukaan laut. Air laut yang hangat memicu terciptanya siklon. Akibatnya, siklon semakin intensif menerjang dibandingkan periode sebelumnya," ujar Ramesh. (ap/evn)