Langgar Lockdown, Kepala Staf PM Inggris Diminta Mundur

CNN Indonesia | Minggu, 24/05/2020 20:27 WIB
Britain's Prime Minister Boris Johnson leaves 10 Downing Street in central London on October 19, 2019. - British MPs gather on October 19 for a historic vote on Prime Minister Boris Johnson's Brexit deal, a decision that could see the UK leave the EU this month or plunge the country into fresh uncertainty. (Photo by Tolga AKMEN / AFP) Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson. (Tolga Akmen / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, saat ini tengah ditekan banyak pihak untuk memecat kepala stafnya, Dominic Cummings, karena dilaporkan melanggar penguncian wilayah (lockdown) akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Seperti dilansir CNN, Minggu (24/5), sejumlah media massa di Inggris melaporkan Cummings beserta istrinya berada di di rumah orang tuanya di Durham pada akhir Maret lalu. Jaraknya sekitar 402 kilometer dari kediamannya di London.


Padahal, dalam penerapan lockdown pemerintah Inggris melarang orang bepergian ke rumah atau kediaman siapapun, termasuk rumah kedua atau mengunjungi kerabat, tanpa ada urusan mendesak.


Anggota parlemen dari Partai Konservatif, Steve Baker, mendesak Cummings supaya mengundurkan diri.

"Sudah saatnya Dom (Dominic) mengundurkan diri jadi Boris bisa melanjutkan pemerintahan sesuai aturan," kata Baker.

Mantan perdana menteri Inggris, Theresa May, juga ikut menanggapi persoalan tersebut.

"Sudah jelas dia melanggar aturan, dan mitigasi yang dilakukan jadi tidak berguna ketika Anda mengalami kejadian kedua seperti ini," kata May.


Kantor Perdana Menteri Inggris di Downing Street membantah seluruh laporan media massa tersebut, dan menyatakan informasi itu tidak akurat dan keliru.

"Kami tidak akan menjawab tuduhan keliru terhadap Cummings yang disampaikan media massa," demikian isi pernyataan Downing Street.

Menteri Perhubungan Inggris, Grant Shapps, menyatakan tetap mendukung Cummings. Dia menyatakan keputusan Cummings sesuai dengan aturan dan dilakukan untuk membantu anaknya.

"Kesejahteraan anak berusia 4 tahun adalah yang paling penting. Ini sudah diatur di mana dia mendampingi anaknya," kata Grant.


Cummings mempertahankan diri dengan menyatakan tindakannya dilakukan sesuai aturan dan menolak mengundurkan diri.

"Siapa yang peduli dengan pencitraan. Ini adalah pertanyaan soal perbuatan, bukan apa yang kalian pikirkan," kata Cummings. (ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]