Kilas Internasional

Protes Kematian George Floyd hingga Corona Korsel Naik Lagi

CNN Indonesia | Jumat, 29/05/2020 06:26 WIB
Protesters gather calling for justice for George Floyd on Tuesday, May 26, 2020, in Minneapolis. Four Minneapolis officers involved in the arrest of Floyd, a black man who died in police custody, were fired Tuesday, hours after a bystander's video showed an officer kneeling on the handcuffed man’s neck, even after he pleaded that he could not breathe and stopped moving. (Carlos Gonzalez/Star Tribune via AP) Kematian George Floyd memicu gelombang protes di Amerika Serikat. Pria kulit hitam itu tewas setelah lehernya diinjak dengan lutut oleh anggota polisi. (AP/Carlos Gonzalez)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada Kamis (28/5). Mulai dari kematian George Floyd memicu gelombang protes di Amerika Serikat hingga kasus virus corona di Korea Selatan melonjak lagi.

1. George Floyd Tewas Lehernya Diinjak Polisi, Warga AS Berdemo

Kematian George Floyd memicu gelombang protes di Amerika Serikat. Pria kulit hitam itu tewas setelah lehernya diinjak dengan lutut oleh anggota polisi.

Demonstran yang menuntut pertanggungjawaban berkumpul pada Rabu (27/5) waktu setempat di jalanan Minneapolis, AS. Namun aksi itu berujung ricuh.



Aparat menembakkan peluru karet dan gas air mata kepada ribuan demonstran yang marah. Kepala kepolisian Minneapolis Medaria Arradondo memperingatkan para demonstran untuk melakukan aksi secara damai.

George Floyd dilaporkan tewas pada Senin (24/5) setelah lehernya diinjak oleh anggota polisi. Insiden itu terekam dan videonya menyebar di media sosial.

2. Usai Ancam Tutup Media Sosial, Trump Teken Perintah Eksekutif

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan akan menandatangani sebuah perintah eksekutif soal media sosial pada Kamis (28/5).

Perintah eksekutif itu keluar setelah sang presiden kesal dengan Twitter yang menandai dua kicauannya sebagai klaim palsu untuk pertama kali. Dia mengancam akan menutup media sosial.


"Trump akan menandatangani perintah eksekutif berkaitan dengan media sosial pada Kamis," kata sejumlah asisten Trump seperti dilansir AFP.

Raksasa media sosial Twitter mengomentari dua kicauan Trump pada Selasa (26/5). Kedua kicauan itu berisikan anggapan Trump bahwa pemungutan suara melalui 'mailing voting' akan melahirkan pemilu AS yang curang.

Twitter membantah dan menyebut kicauan-kicauan Trump itu tanpa bukti.

3. Kasus Corona di Korsel Melonjak Lagi, Klaster Baru Terdeteksi

Korea Selatan melaporkan kembali terjadi lonjakan kasus baru virus corona, Kamis (28/5). Penambahan kasus harian itu merupakan yang terbesar hampir dua bulan terakhir.


Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel mengumumkan 79 kasus baru pada Kamis menjadikan totalnya 11.344, dan 269 kematian.

Sebagian besar infeksi baru berasal dari kawasan metropolitan Seoul yang padat penduduk. Itu adalah peningkatan terbesar sejak 81 kasus diumumkan pada 5 April. (dea)

[Gambas:Video CNN]