Trump Klaim Bakal Selesaikan Kerusuhan dengan Cara 'Dingin'

CNN Indonesia | Minggu, 31/05/2020 07:10 WIB
A police officer throws a tear gas canister towards protesters at the Minneapolis 3rd Police Precinct, following a rally for George Floyd on Tuesday, May 26, 2020, in Minneapolis. Four Minneapolis officers involved in the arrest of Floyd, a black man who died in police custody, were fired Tuesday, hours after a bystander's video showed an officer kneeling on the handcuffed man’s neck, even after he pleaded that he could not breathe and stopped moving. (Richard Tsong-Taatarii/Star Tribune via AP) Polisi Minneapolis pada Selasa (25/5) berusaha memukul mundur orang-orang dalam kerusuhan yang meletus dari aksi demonstrasi damai atas tewasnya George Floyd. (AP/Carlos Gonzalez)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim akan menyelesaikan rusuh dari protes atas kematian George Floyd dengan cara 'dingin'. Namun, ia ingin agar kerusuhan tidak terjadi lagi karena tidak sesuai dengan semangat protes atas kasus Floyd.

"Kami tidak bisa dan tidak boleh membiarkan sekelompok kecil penjahat dan pengacau merusak kota-kota kami dan membubarkan komunitas kami," ucap Trump seperti dikutip dari AFP, Minggu (31/6).

"Pemerintahan saya akan menghentikan kekerasan massa. Dan kami akan menghentikannya dengan dingin," sambungnya.


Menurutnya, kerusuhan protes tak lagi murni menyuarakan aksi solidaritas kepada Floyd, namun sudah dibalut oleh aksi kekerasan. Ia menduga hal ini dilakukan oleh para kelompok radikal.

"Kekerasan dan vandalisme dipimpin oleh Antifa dan kelompok-kelompok sayap kiri radikal lainnya," ungkapnya merujuk pada jaringan anti-fasis militan yang bersatu.

Aksi protes muncul karena kematian Floyd, seorang warga kulit hitam berdarah Afrika-Amerika yang meninggal di tangan polisi setempat.

Hal itu kemudian memunculkan gelombang aksi solidaritas secara damai yang dilakukan oleh penduduk lokal Minneapolis, salah satu negara bagian AS.

Aksi damai dilakukan dengan meletakkan bunga dan memenuhi jalanan di tempat kematian Floyd.

Namun, aksi tersebut berubah menjadi kerusuhan dan penjarahan yang diduga ditunggangi oknum dari luar Minneapolis.

Gubernur Minnesota Tim Walz pun menurunkan pasukan keamanan untuk melakukan penjagaan dan memperingatkan akan menangkap para perusuh.

Sebab, ia melihat para pemrotes yang tetap melangsungkan aksi sampai malam akan berada dalam situasi berbahaya.

"Harapan kami adalah untuk memiliki jam malam di tempat. Harapan kami adalah untuk memulihkan ketertiban," kata Walz.

Ia menduga para perusuh kemungkinan adalah anggota kelompok-kelompok supremasi anarkis dan kulit putih serta geng-geng narkoba.

"Tujuan kami adalah untuk menghancurkan kekuatan itu secepat mungkin," ujarnya sambil mengatakan bahwa kerusuhan dan penjarahan mengancam lumpuhnya tempat usaha milik warga lokal.

Sementara orang-orang Afrika-Amerika dan para pemimpin komunitas Minneapolis meminta masyarakat setempat untuk tinggal di rumah.

(AFP/ard)

[Gambas:Video CNN]