Trump Tunda KTT G7, Buka Peluang Negara Lain Bergabung

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Minggu, 31/05/2020 08:58 WIB
President Donald Trump speaks during a coronavirus task force briefing in the Rose Garden of the White House, Sunday, March 29, 2020, in Washington. (AP Photo/Patrick Semansky) Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (AP/Patrick Semansky)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menunda pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) negara-negara yang tergabung dalam forum G7.

Namun ia ingin penundaan ini menjadi kesempatan untuk mengajak beberapa negara lain bergabung dalam forum tersebut, seperti Rusia, Korea Selatan, Australia, hingga India.

Pernyataan penundaan ini mematahkan harapan Trump yang semula menyatakan bisa tetap menggelar KTT G7 di Gedung Putih di Washington pada akhir Juni. Pernyataan ini sempat keluar meski dunia masih diselimuti oleh pandemi virus corona atau Covid-19.


Namun dalam pernyataan terbarunya Trump justru akan menunda acara tersebut. Ia memperkirakan KTT G7 setidaknya baru bisa dilangsungkan pada September 2020.

"Saya tidak merasa bahwa sebagai G7 itu benar mewakili apa yang terjadi di dunia. Ini adalah kelompok negara yang sangat ketinggalan zaman," ucap Trump dikutip dari AFP, Minggu (31/5).

Pada sisi lain Trump ingin forum ini mendapat tambahan anggota baru. Saat ini, forum G7 beranggotakan AS, Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, dan Jepang.

KTT G7 adalah pertemuan tahunan yang biasa dilakukan untuk membahas persoalan di bidang ekonomi internasional.

Sementara itu Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan tidak akan menghadiri KTT G7. Merkel menjadi pemimpin negara di forum G7 pertama yang menyatakan kabar tersebut.

"Sampai hari ini, mengingat situasi pandemi keseluruhan, dia tidak dapat menyetujui partisipasi pribadinya untuk perjalanan ke Washington," ungkap seorang juru bicara.

"Kanselir federal berterima kasih kepada Presiden Trump atas undangannya ke KTT G7," sambungnya. (fea)

[Gambas:Video CNN]