Pelosi mencontohkan langkah mantan Presiden George W. Bush dan Obama ketika menghadapi gelombang demonstrasi.
Ketika menjabat Bush sempat menghadapi kerusuhan sipil di Los Angeles yang dikenal dengan kerusuhan Rodney King. Sementara Barack Obama ketika menjabat menghadapi krisis usai kematian etnis kulit hitam, Eric Garner yang tewas setelah leher dan dadanya ditekan oleh polisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sikap Trump yang dinilai memperkeruh kondisi juga sempat menuai protes dari Kepala Kepolisian Houston, Texas, Art Acevedo.
[Gambas:Video CNN]
Acevedo meminta Trump untuk tutup mulut jika tidak memiliki pernyataan yang bisa menenangkan keadaan dan meredam aksi demonstran.
"Kepada Presiden AS atas nama seluruh polisi di negara ini, saya katakan jika Anda tidak memiliki sesuatu yang konstruktif, lebih baik tutup mulut Anda," kata Acevedo saat diwawancarai oleh CNN soal tanggapan polisi terkait respons Trump dalam menangani protes pada Senin (1/6).
Aksi protes pertama kali pecah di Minneapolis sehari setelah kematian Floyd hingga akhirnya menyebar ke seluruh penjuru AS. Demonstrasi dan gerakan solidaritas untuk Floyd dan anti-rasisme secara keseluruhan bahkan turut berlangsung di sejumlah negara Eropa, Amerika Latin, hingga Asia.
Semula protes di AS berlangsung damai namun kerusuhan tidak terelakkan di beberapa wilayah, terutama setelah oknum pedemo merusak properti kota seperti kantor CNN di Atlanta, gereja di Washington DC, dan membakar kantor polisi di Minneapolis. (ap/evn)