WHO Kembali Uji Coba Hydroxychloroquine untuk Pasien Corona

CNN Indonesia | Jumat, 05/06/2020 17:13 WIB
A pharmacy tech pours out pills of Hydroxychloroquine at Rock Canyon Pharmacy in Provo, Utah, on May 20, 2020. - US President Donald Trump announced May 18 he has been taking hydroxychloroquine for almost two weeks as a preventative measure against COVID-19. (Photo by GEORGE FREY / AFP) WHO kembali melanjutkan uji klinis hydroxychloroquine untuk pasien Covid-19. (Foto: AFP/GEORGE FREY)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Kesehatan Dunia (WHO) melanjutkan lagi uji coba klinis hydroxychloroquine atau obat malaria untuk mengobati pasien terinfeksi virus corona. Penggunaan hydroxycloroquine dianggap sebagai pengobatan potensi untuk pasien Covid-19.

WHO pada 25 Mei lalu sempat menghentikan sementara uji klinis hydroxychloroquine. Keputusan tersebut muncul setelah studi yang diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet menunjukkan bahwa hydroxychloroquine dapat meningkatkan risiko kematian pada pasien Covid-19.

Kepala ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan, menyatakan bahwa keputusan menghentikan uji coba tersebut merupakan tindakan sementara


Namun kini Solidarity Trial, kelompok program WHO untuk pengujian klinis terapi Covid-19 memutuskan untuk melanjutkan uji klinis hydroxycloroquine.


Solidarity Trial saat ini telah menerima permintaan dari ratusan rumah sakit di seluruh dunia untuk pengobatan potensial bagi pasien terinfeksi virus corona. Diketahui lebih dari 3.500 pasien di 35 negara dikabarkan terlibat dalam uji coba ini.

"Minggu lalu, kelompok eksekutif dari Solidarity Trial memutuskan untuk menghentikan sementara uji klinis hydroxycloroquine karena khawatir efek samping yang timbul dari penggunaan obat," kata Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers virtual seperti mengutip AFP.
Insert Artikel - Waspada Virus Corona(CNN Indonesia/Fajrian)

Ghebreyesus mengatakan keputusan tersebut diambil sebagai tindakan pencegahan sementara selama proses peninjauan data tingkat kematian pasien Covid-19.

Setelah proses peninjauan, ia mengatakan kelompok eksekutif menerima rekomendasi dari Solidarity Trial untuk melanjutkan kembali uji klinis penggunaan hydroxycloroquine.

[Gambas:Video CNN]

"Kelompok eksekutif telah berkomunikasi dengan pihak penyelidik dalam persidangan dan memutuskan untuk melanjutkan kembali uji klinis hydroxychloroquine bagi pasien terinfeksi corona," ungkapnya.

"Komite akan terus memantau dan memastikan keamanan terhadap semua pengujian klinis ini.


Hydroxychloroquine selama ini digunakan untuk mengobati malaria, juga autoimun seperti radang sendi. Akan tetapi sejumlah kalangan, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggunakan obat tersebut untuk mencegah dan mengobati virus corona.

Bahkan Trump mendorong pemerintah untuk membeli dalam jumlah besar.

Menteri kesehatan Brasil juga merekomendasikan penggunaan hydroxychloroquine, serta anti-malaria chloroquine, untuk mengobati pasien Covid-19. (AFP/evn)