Teknik Mengunci Tubuh Tewaskan George Floyd Mulai Dilarang

CNN Indonesia | Sabtu, 06/06/2020 10:09 WIB
FILE - In this May 26, 2019, file photo, police detain a woman during a yellow vest protest with other groups in Brussels. The death of George Floyd has renewed scrutiny of immobilization techniques long used in policing around the world. (AP Photo/Francisco Seco, File) Ilustrasi teknik penangkapan chokeholds. Pemerintah Kota Minneapolis melarang penggunaan teknik mengunci tubuh chokeholds karena dinilai berdampak fatal. (AP/Francisco Seco)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Kota Minneapolis, Amerika Serikat, memutuskan melarang anggota kepolisian setempat menggunakan teknik mengunci tubuh dengan cara menekan lutut ke bagian kepala atau leher tersangka, selepas insiden yang menewaskan seorang pria kulit hitam, George Floyd, pada 25 Mei lalu.

Mereka menyatakan teknik yang dinamakan chokeholds itu dinilai berbahaya. Keputusan itu diambil setelah Departemen Hak Asasi Manusia Negara Bagian Minnesota mengajukan penyelidikan atas kematian Floyd.


Seperti dilansir Associated Press, Sabtu (6/6), pemerintah kota Minneapolis juga memerintahkan kepada seluruh anggota polisi untuk segera menghentikan jika rekan mereka ketahuan masih menggunakan teknik tersebut saat bertugas.


Menurut Komisioner Departemen HAM Minnesota, Rebecca Lucero, pemerintah dan aparat penegak hukum harus melakukan reformasi untuk mengakhiri penderitaan yang dialami oleh masyarakat kulit hitam, akibat diskriminasi ras yang sistemik dan melembaga.

"Ini baru awal, masih banyak yang harus dilakukan dengan secepatnya serta diawasi masyarakat," kata Lucero.


Gubernur negara bagian California, Gavin Newsom, juga memerintahkan kepolisian setempat menghentikan pelatihan tentang penggunaan teknik kuncian tersebut, yang bisa berakibat fatal karena menghalangi aliran darah dan udara ke otak.

Akan tetapi, Newsom menyatakan memberikan keleluasaan kepada pemerintah kota masing-masing di negara bagian California terkait penggunaan teknik chokeholds.

Kepolisian Departemen Sheriff San Diego memutuskan untuk berhenti menggunakan teknik tersebut.

"Kami melatih teknik atau kuncian yang membuat nyawa orang dalam bahaya," kata Newsom.

Floyd meninggal setelah mengalami tindak kekerasan oleh anggota kepolisian Minneapolis, dengan dalih melawan ketika ditangkap pada 25 Mei lalu.
FILE - In this May 1, 2020, file photo, Turkish police officers arrest a demonstrator wearing a face mask for protection against the coronavirus, during May Day protests near Taksim Square, in Istanbul. The death of George Floyd has renewed scrutiny of immobilization techniques long used in policing around the world. (AP Photo/Emrah Gurel, File)Ilustrasi penangkapan menggunakan teknik chokeholds. (AP/Emrah Gurel)

Lelaki berusia 46 tahun itu ditangkap karena dilaporkan membeli sebungkus rokok menggunakan uang pecahan US$20 palsu, di gerai Cup Foods di Minneapolis.

Dari hasil autopsi, Floyd meninggal karena henti jantung. Dia juga dilaporkan terinfeksi virus corona (Covid-19).

Petugas kepolisian Minneapolis, Derek Chauvin, yang menekan leher Floyd dengan lutut saat penangkapan hingga tersangka kehabisan napas dijerat dengan sangkaan pembunuhan tingkat dua, setelah sebelumnya disangka pembunuhan tingkat tiga. (AP/ayp)

[Gambas:Video CNN]