Dikutip dari AFP, demonstran dari kalangan LSM dan partai-partai politik sayap kiri Israel tampak mengibarkan bendera Israel dan Palestina sambil memegang spanduk berisi penentangan terhadap pendudukan Tepi Barat dan kemungkinan aneksasi atau pencaplokan wilayah itu.
"Kita, rakyat Palestina dan Yahudi, telah melakukan begitu banyak kerusakan satu sama lain," kata Anat Schrieber, seorang peserta demo, kepada AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peserta aksi lainnya, Eden, menyerukan "keadilan bagi Palestina dan perdamaian bagi Israel dan Palestina."
"Dalam realitas apartheid tidak akan ada kedamaian bagi kita atau mereka, juga tidak ada keadilan," cetusnya.
Foto: Astari Kusumawardhani |
"Saya takut dengan rencana aneksasi," kata Eden. "Saya pikir itu akan menyebabkan kerusuhan dan bahkan perang."
Rencana itu, lanjut Eden, "tidak akan mencapai apa-apa, tidak memiliki kaitan dengan perdamaian".
Sebagai bagian dari perjanjian untuk membentuk pemerintahan koalisi dengan pemimpin Partai Biru dan Putih Benny Gantz, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dapat menyerahkan rencana Trump itu ke kabinetnya dan parlemen paling cepat 1 Juli.
Rencana itu juga mewacankan pembentukan negara Palestina, tetapi dengan luas wilayah yang dikurangi dan tanpa memenuhi permintaan utama Palestina untuk memiliki ibu kota di Yerusalem timur. Palestina sendiri langsung menolak rencana itu.
(afp/arh)
Foto: Astari Kusumawardhani