Trump Sebut Insiden Pedemo Lansia Didorong Polisi Dibuat-buat

CNN Indonesia | Rabu, 10/06/2020 11:12 WIB
NEW YORK, NY - SEPTEMBER 24: U.S. President Donald Trump speaks at the United Nations (U.N.) General Assembly at UN headquarters on September 24, 2019 in New York City. World leaders are gathered for the 74th session of the UN amid a warning by Secretary-General Antonio Guterres in his address yesterday of the looming risk of a world splitting between the two largest economies - the U.S. and China.   Stephanie Keith/Getty Images/AFP Presiden AS Donald Trump. (Foto: Stephanie Keith/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menganggap insiden demonstran lanjut usia yang terluka setelah didorong pasukan polisi anti-huru hara Buffalo, New York, adalah palsu atau dibuat-buat.

Trump menganggap demonstran berusia 75 tahun itu merupakan seorang agitator sayap kiri penipu.

"Saya melihat (videonya), dia terjatuh lebih keras daripada dorongan polisi. Dia ingin menipu. Bisa jadi setting-an?" kicau Trump di akun Twitternya pada Selasa (9/6).




Pria lansia itu dikabarkan bernama Martin Gugino. Ia menjadi salah satu dari ribuan demonstran yang memprotes sikap rasisme dan diskriminasi berujung kekerasan oleh aparat penegak hukum AS.

Demonstrasi anti-rasisme di AS pecah menyusul kematian George Floyd, warga kulit hitam asal Minneapolis yang meninggal dunia karena kehabisan napas setelah lehernya ditekan lutut seorang polisi yang tengah menangkapnya.

Insiden Gugino terekam video dan viral di media sosial hingga menyebabkan dua anggota polisi Buffalo diskors tanpa gaji.

[Gambas:Video CNN]

Dalam video itu, Gugino yang mengenakan sweater biru mencoba mendekati pasukan polisi anti-huru hara. Ia terlihat sempat mengatakan sesuatu kepada para polisi sebelum aparat mendorongnya hingga tersungkur ke belakang dan jatuh.

Usai terjatuh, tubuh Gugino terbaring dan terdiam hingga tak lama terlihat genangan darah mengucur dari sisi kanan belakang kepalanya.

Video itu pun dengan cepat menyebar hingga memicu kecaman publik terhadap kepolisian Buffalo. Gugino dilaporkan mengalami pendarahan akibat perbuatan polisi tersebut.

Wali Kota Buffalo Byron Brown mengatakan dia sangat terganggu oleh insiden itu. Ia mengatakan komisi kepolisian tengah menyelidiki peristiwa tersebut.

Dalam kicauannya kemarin, Trump mengatakan polisi mendorong Gugino karena "memindai alat komunikasi kepolisian" demi menumbangkan peralatan aparat.

Dilansir AFP, tidak jelas apa maksud Trump tersebut. Namun, tuduhan Trump itu nampaknya didasari laporan OANN, sebuah stasiun televisi lokal sayap kanan yang berfokus pada teori konspirasi, tentang insiden tersebut.

OANN menjadi salah satu media favorit Gedung Putih. Dalam laporannya, OANN mengatakan bahwa "video viral yang baru tersebar" menunjukkan Gugino "berusaha memindai komunikasi polisi" dengan teleponnya. (rds/evn)