Ratusan Tas Mewah Istri Najib Razak Rusak Saat Disita Polisi

CNN Indonesia | Kamis, 11/06/2020 02:50 WIB
Malaysia's Prime Minister Najib Razak's wife, Rosmah Mansor, stands as she arrives for the Warriors' Day Celebration in Putrajaya, outside Kuala Lumpur on July 31, 2016.
Malaysia celebrates Warriors' Day to commemorates the servicemen killed during the two World Wars and the Malayan Emergency. / AFP PHOTO / MOHD RASFAN Ratusan tas mewah milik istri mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak yang tersandung skandal korupsi mengalami kerusakan serius saat disita polisi. (AFP PHOTO / MOHD RASFAN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ratusan tas mewah milik istri mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Rosmah Mansor, yang tersandung skandal korupsi mengalami kerusakan serius saat disita polisi.

Hal itu diungkapkan oleh pengacara Rosmah, Muhammad Shafee Abdullah dalam persidangan pada Rabu (10/6).


Muhammad Shafee Abdullah mengatakan kepada pengadilan Kuala Lumpur bahwa aparat telah bertindak ceroboh dalam menangani aset berharga dan kemungkinan mengakibatkan kerugian senilai jutaan dolar dari kerusakan yang ditimbulkan.
 
"Sekarang pemerintah harus bertanggung jawab untuk membayar kerusakan atau mengganti (semua) produk," kata Abdullah seperti dikutip dari AFP.
 
Namun hal itu justru menuai ejekan netizen.



Salah seorang pengguna Twitter menulis, "Nyonya akan (merasa) menderita." Sementara pengguna media sosial lainnya memuji kinerja polisi karena telah melakukan pekerjaannya dengan baik.

Di masa pemerintahan Perdana Menteri Najib Razak yang tak lain adalah suami Mansor, pasangan itu memancing kemarahan publik karena dituduh telah menjarah uang kas negara.



Rosmah Mansor terkenal boros dan setelah kekalahan Najib secara mengejutkan dalam pemilihan pada tahun 2018, pasangan itu terseret tuduhan korupsi dan diadili.
 
Dalam penggerebekan properti yang terkait dengan pasangan itu, polisi menyita lebih dari 500 tas tangan mewah dan lebih dari 12.000 buah perhiasan yang diduga dibeli menggunakan uang rakyat yang dicuri. Barang-barang itu diperkirakan bernilai lebih dari US$270 juta.

(ans/dea)

[Gambas:Video CNN]