China Lockdown Beijing usai Muncul Kasus Baru Corona

CNN Indonesia | Selasa, 16/06/2020 00:22 WIB
A man wears a facemask while standing next to a painting depicting martial arts icon and film actor Bruce Lee (L) at his art materials and paintings street stall in Hong Kong on February 4, 2020, as a preventative measure following a virus outbreak which began in the Chinese city of Wuhan. - Hong Kong on February 4 became the second place outside mainland China to report the death of a coronavirus patient as officials said they feared local transmissions were increasing in the densely populated city. (Photo by Anthony WALLACE / AFP) China memberlakukan lockdown ketat kota Beijing setelah ada klaster baru virus corona. (Foto: AFP/ANTHONY WALLACE)
Jakarta, CNN Indonesia -- China memberlakukan penguncian wilayah (lockdown) ketat kota Beijing dan melakukan pengujian massal virus corona. Langkah ini ditempuh setelah temuan klaster baru Covid-19 dari pasar Xinfadi yang merupakan grosir makanan terbesar di Beijing.

Klaster baru itu memicu kekhawatiran akan kebangkitan kembali wabah virus yang mematikan.
 
Menurut Komisi Kesehatan Nasional seperti mengutip CNN, Beijing melaporkan 36 kasus baru Covid-19 pada Senin (15/6), sehingga totalnya menjadi 79 kasus sejak infeksi lokal pertama yang dilaporkan pada 12 Juni dalam hampir dua bulan.
 
Klaster baru ini ditemukan di pasar Xinfadi yang terletak di barat daya kota, yang memasok sebagian besar buah dan sayuran segar di ibukota. Pasar yang juga menjual daging dan makanan laut itu telah ditutup sejak Sabtu (13/6) lalu.
 
Wabah telah menyebar ke provinsi Liaoning dan Hebei, di mana total lima kasus baru ditemukan sebagai kontak dekat pasien di Beijing.
 
Juru bicara pemerintah kota Beijing, Xu Hejien mengatakan klaster baru telah mengejutkan seluruh China. Dalam konferensi pers pada Minggu (14/6), dia menggambarkannya sebagai periode yang luar biasa.
 
Media pemerintah China berulang kali menggembar-gemborkan langkah-langkah efektif China dalam mengendalikan virus ketika jumlah infeksi dan kematian di luar negeri terus melonjak. Kontras dengan keberhasilan pemerintah-pemerintah Barat, terutama Amerika Serikat.
 
Insert Artikel - Waspada Virus CoronaFoto: CNN Indonesia/Fajrian
Insert Artikel - Waspada Virus Corona

Kemunculan kembali virus yang tiba-tiba di Beijing, yang sebelumnya dianggap sebagai salah satu kota teraman dari virus di China, telah meningkatkan prospek gelombang infeksi kedua dan kemungkinan kembali menetapkan lockdown yang sebelumnya membuat sebagian besar aktivitas di negara itu terhenti dan menghambat ekonomi.
 
Pada pertemuan Dewan Negara, kabinet China pada Minggu (14/6) malam, Wakil Menteri Sun Chunlan mengatakan risiko penyebaran wabah baru dinilai sangat tinggi. Keterangan itu mengutip pasar yang padat dan sangat sibuk, menurut kantor berita Xinhua.
 
Distrik Fengtai, tempat pasar Xinfadi berada mengumumkan mekanisme perang dan pembentukan pusat komando untuk menghambat penyebaran virus.
 
Pihak berwenang memberlakukan penutupan pada 11 kompleks perumahan di sekitar pasar dan dengan tegas melarang siapa pun keluar-masuk. Penduduk akan memeriksa suhu tubuh mereka dan melaporkannya setiap hari, makanan dan kebutuhan sehari-hari mereka akan dikirimkan.
 
Xu Hejien mengatakan distrik Fengtai telah mengumpulkan sampel dari 8.950 orang yang bekerja di pasar Xinfadi. Sejauh ini, lebih dari 6.000 sampel telah diuji dan semua hasilnya negatif.
 
Pihak berwenang juga melacak dan mengumpulkan sampel dari hampir 30 ribu orang yang pergi ke pasar dalam 14 hari sebelum penutupan. Dari 12 ribu tes yang dilakukan sejauh ini menunjukkan hasil negatif.


(ans/evn)

[Gambas:Video CNN]