Redakan Ketegangan, AS-China Akan Berunding di Hawaii

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 16/06/2020 12:25 WIB
Secretary of State Mike Pompeo speaks at a news conference at the State Department, Wednesday, April 29, 2020, in Washington. (AP Photo/Andrew Harnik, Pool) Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, dilaporkan akan bertemu dengan seorang pejabat tinggi China di Hawaii pada Rabu (17/6). (AP Photo/Andrew Harnik)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, dilaporkan akan bertemu dengan seorang pejabat tinggi China di Hawaii pada Rabu (17/6), untuk berunding dan meredakan perseteruan kedua negara.

Mengutip sumber pejabat China yang tidak disebut namanya, surat kabar The South China Morning Post melaporkan Pompeo akan bertemu pejabat senior kebijakan luar negeri China, Yang Jiechi.


Politico dan CNN juga melaporkan rencana pertemuan Pompeo dan Yang. CNN melaporkan pertemuan keduanya akan berlangsung di Pangkalan Angkatan Udara Hickam di Pearl Harbor.


Dikutip AFP, hingga kini Kementerian Luar Negeri AS belum mengonfirmasi rencana tersebut.

Sementara itu, juru bicara Kemlu China, Zhao Lijian, mengatakan Beijing-Washington terus berkomunikasi meski di masa sulit seperti ini.

Zhao menuturkan "lebih banyak informasi akan diberikan jika sudah tersedia" terkait pertemuan tersebut.

"Kedua negara selalu menjaga komunikasi melalui saluran diplomatik," kata Zhao dalam jumpa pers di Beijing pada Selasa (15/6).

Jika pertemuan Pompeo-Yang terkonfirmasi, ini akan menjadi tatap muka pertama antara pejabat senior AS-China sejak Januari lalu.

Pada Januari lalu, Wakil Perdana Menteri China, Liu He, bertemu Presiden AS, Donald Trump, di Gedung Putih untuk menandatangani kesepakatan tahap pertama kesepakatan untuk meredakan perang dagang antara kedua negara.

Namun, pandemi virus corona (Covid-19), isu Taiwan, dan Hong Kong menambah ketegangan China-AS. Beijing dan Washington saling menuding terkait penyebaran virus corona.

Trump menyebut virus corona sebagai "virus China" dan menyalahkan Negeri Tirai Bambu atas penyebaran pandemi yang telah menginfeksi lebih dari 7 juta orang di seluruh dunia itu. (rds/ayp)

[Gambas:Video CNN]