Trump Disebut Minta Bantuan Xi Jinping demi Menangkan Pilpres

CNN Indonesia | Kamis, 18/06/2020 09:57 WIB
China's President Xi Jinping (R) greets US President Donald Trump before a bilateral meeting on the sidelines of the G20 Summit in Osaka on June 29, 2019. (Photo by Brendan Smialowski / AFP) Presiden Donald Trump disebut meminta bantuan Presiden China Xi Jinping secara personal untuk membantu memenangkan pilpres AS November mendatang. (Brendan Smialowski / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut meminta bantuan Presiden China Xi Jinping secara personal untuk membantu memenangkan pemilihan presiden 2020 pada November mendatang.

Tudingan itu dilontarkan mantan penasihat keamanan nasional Trump, John Bolton, dalam buku barunya yang akan dirilis pekan depan berjudul 'The Room Where It Happened'.

Dalam buku itu Bolton mengatakan Trump juga mendukung China membangun kamp konsentrasi bagi etnis minoritas Muslim Uighur. Dukungan itu disebut dilontarkan Trump demi memuluskan permintaan terkait bantuan pemilu kepada Xi.


Padahal, selama ini AS merupakan salah satu negara yang paling vokal menuduh China melakukan pelanggaran hak asasi manusia terhadap Muslim Uighur, terutama terkait dugaan pembangunan kamp-kamp tersebut oleh pemerintahan Xi.

Dukungan itu dinyatakan Trump saat bertemu Xi dalam sebuah rapat di sela-sela KTT G20 pada Juni 2019 lalu.

Bolton menyebut Trump mengatakan Xi harus melanjutkan membangun kamp tersebut yang menurutnya adalah hal yang tepat untuk dilakukan.

"Dalam jamuan makan malam KTT G20 di Osaka pada Juni 2019, dengan hanya hadir penerjemah, Xi menjelaskan kepada Trump mengapa ia pada dasarnya membangun kamp konsentrasi di Xinjiang. Menurut penerjemah kami, Trump mengatakan bahwa Xi harus melanjutkan pembangunan itu. Kamp-kamp itu menurut Trump adalah hal yang tepat untuk dilakukan," tulis Bolton dalam bukunya itu seperti dikutip dari CNN.

Dalam percakapan dengan Xi, Trump diketahui juga sempat menyelipkan agenda politiknya untuk pemilu 2020. Menurut Bolton, Trump meminta kepada Xi agar China membeli produk petani dan ternak AS lebih banyak lagi.

Trump menekankan peningkatan ekspor produk tani dan ternak AS merupakan hal penting yang dapat meningkatkan suara di pemilu Amerika.

Bolton juga menuturkan staf utama Dewan Keamanan Nasional AS untuk kawasan Asia, Matthew Pottinger, mengatakan padanya bahwa Trump menyatakan hal serupa saat berkunjung ke China pada November 2017 lalu.

Selama berkomunikasi dengan Xi, Bolton menyebut Trump selalu memuji pemimpin China tersebut yang ia lihat dilakukan demi memenuhi ambisi politik pribadi sang presiden daripada mengutamakan kebijakan AS.

Bolton bahkan menuturkan Trump merendahkan posisi AS selama berbincang dengan Xi melalui pernyataan dan isyarat tubuhnya.

Tak hanya soal Uighur, Trump juga menyinggung masalah China dengan kaum pro-demokrasi di Hong Kong. Bolton menyebut Trump mengatakan kepada Xi bahwa dirinya tak ingin terlibat dalam konflik China dengan Hong Kong.

"Trump mengatakan 'kami (AS) juga memiliki masalah HAM juga'," kata Bolton.

Namun, beberapa pekan kemudian Trump mengumumkan respons AS terkait langkah China terhadap otonomi Hong Kong.

Selama ini, AS dan China terus terlibat perang tarif perdagangan. Trump menuding China tidak adil dalam melakukan perdagangan internasional.

Namun, Bolton menuturkan sikap berbeda ditunjukkan Trump ketika bertemu Xi saat berbicara soal perdagangan. Trump malah disebut mengusulkan bahwa AS tidak akan mengenakan peningkatan tarif terhadap China jika Xi mau membeli sebanyak mungkin produk pertanian AS.

Sama seperti ke Ukraina, Trump juga disebut meminta bantuan China untuk menyelidiki rivalnya di pilpres nanti yakni politikus Demokrat, Joe Biden.

Bolton menyebut Trump ingin menjadikan China sebagai isu utama dalam pemilu 2020 dengan menjadikan sang presiden terlihat bersikap lebih tegas menindak China daripada Biden.

(rds/dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK