658 Kasus Baru Corona, Inggris Bakal Lockdown Kota Leicester

CNN Indonesia | Senin, 29/06/2020 07:49 WIB
Jason Sutton, 53, an oil company geophysicist, works on a computer in his converted playroom office in Hartley Wintney, a village 45 miles southwest of London on April 2, 2020 during the nationwide lockdown due to the Coronavirus pandemic. - Sutton has continued to work remotely and logs into company's computer network in Scotland. Sutton relies on his broadband connection to use graphics to model exploration scenarios while talking with other team members via Skype - also working remotely. Pemerintah Inggris berencana lockdown kota Leicester setelah ada laporan 658 kasus baru Covid-19. (Foto: ADRIAN DENNIS / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Inggris berencana memberlakukan penguncian wilayah (lockdown) kota Leicester setelah ada lonjakan kasus baru virus corona.

Dalam dua pekan terakhir, kota Midlands, Leicester mencatat 658 kasus baru virus corona. Mayoritas pasien diketahui terkait dengan pabrik pengolahan makanan.

Menteri Dalam Negeri Inggris, Priti Patel mengatakan rencana lockdown kota Liecester akan menjadi yang pertama pemberlakuan penguncian lokal di sana. Patel mengatakan dalam tiga hingga empat pekan terakhir ada penambahan kasus baru di Inggris.


"Untuk wabah lokal, sangat tepat untuk mencari solusi lokal pengendalian infeksi, jarak sosial, skrining, dan upaya lainnya. Akan ada dukungan untuk Leicester," ujarnya seperti mengutip AFP.

Laporan surat kabar Sunday Times mengatakan pemerintah Inggris akan memberlakukan lockdown ketat kota Leicester dalam beberapa hari mendatang.

Kabar lonjakan kasus baru corona terjadi di tengah rencana pelonggaran lockdown fase kedua pada 4 Juli mendatang. Pada pelonggaran kali ini, pemerintah Boris Johnson akan membuka kembali restoran, kelab malam, dan salon di seluruh Inggris.

Inggris telah melakukan pelonggaran fase pertama lewat pembukaan kembali akses ke sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan. Jumlah murid dikurangi hingga penerapan jaga jarak selama proses belajar.

Awal bulan ini, pakar kesehatan memperingatkan risiko gelombang kedua Covid-19 memasuki musim dingin di Inggris. Terlebih dalam beberapa hari terakhir, puluhan ribu orang mengabaikan anjuran menjaga jarak dengan mengadakan pesta hingga berkumpul di pantai.

Data statistik John Hopkins University mencatat hingga saat ini Inggris memiliki 312.640 kasus Covid-19 dengan 43.634 kematian.

(AFP/evn)

[Gambas:Video CNN]