Korsel Hina Istri Kim Jong-un lewat Selebaran, Korut Murka

CNN Indonesia | Selasa, 30/06/2020 19:01 WIB
North Korean leader Kim Jong Un attends a wreath laying ceremony at the Ho Chi Minh mausoleum in Hanoi on March 2, 2019. (Photo by JORGE SILVA / POOL / AFP) Korsel dikabarkan menghina istri pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un lewat selebaran anti-Pyongyang dengan kata-kata kotor. (AFP/JORGE SILVA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Korea Selatan dikabarkan telah menghina istri pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un lewat selebaran anti-Pyongyang dengan kata-kata kotor. Informasi itu diperoleh dari duta besar Rusia untuk Korea Utara.
 
Menurut duta besar Rusia untuk Korea Utara, Alexander Matsegora, pembelot menyelipkan citra provokatif istri Kim Jong-un, Ri Sol-ju dalam selebaran yang diluncurkan pada 31 Mei. Hal itu memicu kemarahan serius di pihak Pyongyang.
 
"Selebaran itu berisi propaganda kotor dan menghina secara khusus, ditujukan kepada pasangan pemimpin (Korea Utara)," kata Matsegora kepada kantor berita Rusia TASS, Senin (29/6).

 
Foto Kim dan istrinya diedit dengan Photoshop dengan kualitas gambar yang rendah dan keduanya digambarkan sebagai 'masalah terakhir dalam serangkaian masalah (the last straw)' untuk Korea Utara.
 
Rusia adalah sekutu utama Korea Utara dan Matsegora menjadi salah satu duta besar terlama di Pyongyang.
 
Diplomat Rusia itu juga menepis spekulasi bahwa adik perempuan Kim, Kim Yo Jong sedang dilatih untuk menjadi penerus pemimpin Korea Utara.
 
Sejak awal Juni, Kim Yo-jong menjadi wajah di balik sikap agresif Korut terhadap selebaran yang disebar pembelot Korsel.
 
Terlepas dari pengalaman politik dan kebijakan luar negeri yang serius, Matsegora mengatakan Kim Yo-jong masih 'agak muda' untuk menggantikan Kim.
 


"Sama sekali tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa dia sedang dilatih untuk mengambil alih (posisi Kim). Tidak ada yang berani menyebut diri mereka (orang) nomor dua di negara ini," kata Matsegora.
 
"Saya pikir jika Anda bertanya pada kawan Kim Yo-jong apakah dia (orang) nomor dua, dia akan menjawab 'tidak' dengan tegas," ujarnya.
 
Dalam beberapa pekan terakhir, Pyongyang mengeluarkan serangkaian kecaman pedas atas selebaran anti-Korea Utara yang dikirim pembelot Korea Selatan. Selebaran-selebaran itu dikirimkan lewat balon atau diapungkan di dalam botol.
 
Dilansir dari AFP, selebaran itu menjadi titik ketegangan antar kedua negara, tapi Pyongyang kian meningkatkan konflik dengan meledakkan kantor penghubung dan mengancam akan mengambil langkah-langkah militer.
 



Hubungan keduanya telah membeku setelah jatuhnya KTT antara Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump awal tahun lalu. Pertemuan itu membahas apa yang akan Korea Utara berikan sebagai imbalan atas pelonggaran sanksi.
 
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in awalnya menjadi perantara dalam pertemuan Trump dan Kim, tapi Korea Utara balik menyalahkan Korea Selatan karena tidak membujuk AS untuk melonggarkan sanksi.
 
Korea Utara juga dikenai beberapa sanksi oleh Dewan Keamanan PBB atas program senjata yang dilarang.

(ans/dea)

[Gambas:Video CNN]