Serangan ke Pusat Rehabilitasi Narkoba Meksiko, 24 Tewas

CNN Indonesia | Kamis, 02/07/2020 10:59 WIB
Ilustrasi Penembakan Ilustrasi penembakan. (Foto: Skitterphoto/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah pria bersenjata melakukan serangan ke sebuah pusat rehabilitasi narkoba di kota Irapuato, Meksiko hingga menewaskan sedikitnya 24 orang dan tujuh lainnya luka-luka.

Pihak berwenang mengatakan serangan membabi buta itu terjadi pada Rabu (1/7). Sekretaris keamanan publik Irapuato, Pedro Cortes mengatakan pelaku penyerangan sempat masuk ke area pusat rehabilitasi dan memaksa orang-orang yang berada di sana untuk berlutut ke tanah hingga melepaskan tembakan ke beberapa orang.

"Kami mendapat laporan bahwa para pria bersenjata menggunakan mobil merah, belum ada informasi lebih lanjut soal para pelaku," ujar Cortes.


"Laporan awal yang kami terima diketahui 24 orang tewas dan tujuh lainnya cedera."

Saat ini pihak berwenang sedang berupaya menemukan kendaraan yang digunakan oleh para penyerang. Belum diketahui motif di balik serangan ini.

Serangan serupa ke pusat rehabilitasi narkoba di Guanajuato juga sempat terjadi pada 6 Juni lalu. Dalam serangan tersebut dilaporkan sembilan orang tewas di tempat, sementara satu lainnya meninggal ketika tiba di rumah sakit.

Irapuato berada di Provinsi Guanajuato yang kerap terjadi kekerasan dan kejahatan secara terorganisir. Guanajuato merupakan pusat industri penting di Meksiko. Daerah tersebut merupakan pusat manufaktur otomotif, penerbangan, dan industri berat internasional lainnya.

Denyut bisnis di Irapuato menarik kelompok kejahatan seperti Jalisco dan kartel narkoba Santa Rosa de Lima melancarkan aksi pemerasan, penculikan, hingga pencurian bahan bakar.

Penembakan oleh pria bersenjata bukan pertama kali terjadi di Meksiko. Sebelumnya pada 21 Juni lalu pihak berwenang menangkan 26 anggota kartel narkoba Santa Rosa de Lima setelah membakar sebuah kendaraan untuk memblokir jalan di kota Celaya, Salamanca, dan Villagran.


Serangkaian kekerasan yang terjadi di Meksiko mendapat reaksi dari Presiden Andres Manuel Lopez Obrador yang mengatakan jika pemerintahannya tidak akan membiarkan adanya kekacauan dan aksi anarkis kelompok bersenjata di negaranya.

Meksiko tahun lalu mencatat rekor 34.582 kasus pembunuhan, tertinggi sejak pencatatan dimulai resmi pada 1997

(AFP/evn)

[Gambas:Video CNN]