WHO Ungkap Laporan Pertama Virus Corona Bukan dari China

CNN Indonesia | Sabtu, 04/07/2020 19:26 WIB
Picture taken 07 November 2005 shows the World Health Organisation (WHO) headquarter, in Geneva, Switzerland. Four hundred experts and decision-makers gathered 07 November, for a three-day council of war on bird flu called by the world's paramount agencies for human and animal health. (Photo by Fabrice COFFRINI / AFP) Ilustrasi markas WHO. (AFP/Fabrice Coffrini)
Jakarta, CNN Indonesia --

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa yang melaporkan pertama kali kasus virus corona bukan Pemerintah China, melainkan lembaganya sendiri.

Hal itu diketahui setelah WHO memperbarui laporannya tentang tahapan awal munculnya pandemi Covid-19.

Seperti dikutip dari AFP, WHO mengaku pertama kali mendapatkan informasi dari kantor perwakilan mereka di China. Ketika itu kasus pertama pneumonia dilaporkan di Wuhan.


Pada 9 April, organisasi itu menerbitkan rentang waktu awal wabah untuk menjawab kritik atas respons terhadap penanganan corona.

Dalam kronologi itu, WHO hanya mengatakan bahwa Komisi Kesehatan Kota Wuhan di Provinsi Hubei pada 31 Desember 2019 melaporkan kasus pneumonia. Namun tidak disebutkan secara spesifik dari mana informasi itu berasal.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pada konferensi pers 20 April bahwa laporan pertama datang dari China tanpa merinci apakah laporan tersebut dikirim oleh otoritas China atau sumber lain.

Insert Artikel - Waspada Virus CoronaFoto: CNN Indonesia/Fajrian

Tetapi kronologi baru yang diterbitkan pekan ini, organisasi berbasis di Jenewa itu membeberkan versi lebih rinci dari rentetan peristiwa.

Kantor WHO di China pada 31 Desember disebut mencatat kasus pneumonia setelah melihat informasi di situs web komisi kesehatan Wuhan.

Pada hari yang sama, layanan informasi epidemi WHO juga menerima laporan dari jaringan pengawasan epidemiologi internasional ProMed yang berbasis di Amerika Serikat.

Setelah itu, WHO meminta pihak berwenang China pada 1 Januari dan 2 Januari untuk menginformasikan tentang kasus-kasus ini. Akan tetapi informasi baru disampaikan pada 3 Januari.

Direktur Kedaruratan WHO Michael Ryan pada konferensi pers hari Jumat mengatakan setiap negara memiliki waktu 24-48 jam untuk memverifikasi suatu peristiwa dan melaporkannya.

Ryan menyebut pihak berwenang China memang segera menghubungi WHO setelah diminta untuk memverifikasi laporan.

WHO sendiri dinilai gagal dalam menangani pandemi virus corona oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dia menganggap WHO bias terhadap China hingga dia akhirnya menyetop bantuan AS untuk organisasi itu pada Apri lalu. Trump bahkan menyebut WHO sebagai boneka China. Namun semua tuduhan itu dibantah.

Sejumlah negara, termasuk AS dan Australia mendesak dilakukan investigasi awal mula pandemi virus corona. Trump juga berulang kali menyebut bahwa virus corona berasal dari laboratorium di Wuhan. Dia bahkan mengklaim mengantongi bukti tersebut, yang kemudian dibantah China.

Virus corona diketahui mulai merebak sejak akhir 2019 di Kota Wuhan, China. Diduga virus itu berasal dari hewan lalu menular kepada manusia. Virus itu kemudian menyebar ke penjuru negeri dan bahkan lintas negara. Hingga Sabtu (4/7) virus corona telah menginfeksi 11.220.009 orang di dunia dan 529.604 kematian.

(dea)

[Gambas:Video CNN]