Prancis Tak Berencana Lockdown Kendati Kasus Corona Melonjak

CNN Indonesia | Rabu, 08/07/2020 20:33 WIB
Hospital workers attend a demonstration Tuesday, June 16, 2020 in Paris. French hospital workers and others are protesting in cities around the country to demand better pay and more investment in France's public hospital system, which is considered among the world's best but struggled to handle a flux of virus patients after years of cost cuts. France has seen nearly 30,000 virus deaths. (AP Photo/Christophe Ena) Prancis tak berencana menerapkan lockdown kendati dibayangi gelombang kedua Covid-19. (Foto: AP/Christophe Ena)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Prancis mengatakan tidak berencana menerapkan penguncian wilayah (lockdown) di saat tengah mempersiapkan diri menghadapi gelombang kedua Covid-19. Prancis diprediksi akan menghadapi gelombang kedua virus corona dalam beberapa bulan ke depan.

Perdana Menteri Prancis Jean Castex mengatakan pihaknya mengesampingkan opsi lockdown untuk menahan penyebaran virus.

"Tujuan saya mempersiapkan Prancis untuk kemungkinan menghadapi gelombang kedua, sambil tetap menjalankan kehidupan sehari-hari, termasuk di sektor ekonomi dan kehidupan sosial," ujar Castex dalam wawancara dengan RTL TV.


"Tapi kami tidak akan memaksakan lockdown seperti yang kami lakukan pada Maret, karena kami telah belajar ... imasnya di sektor ekonomi dan kehidupan warga menjadi sebuah bencana," ucapnya.

Dilansir dari AFP, Castex memperingatkan bahwa virus corona masih membayangi Prancis dan tidak akan menerapkan lockdown nasional, tapi hanya akan menutup bisnis atau menerapkan aturan agar warga tetap tinggal di rumah.

Castex merupakan presiden yang pekan lalu baru ditunjuk oleh Perdana Menteri Emmanuel Macron untuk memimpin pemerintahan bangkit dari krisis akibat virus corona.

Insert Artikel - Waspada Virus CoronaFoto: CNN Indonesia/Fajrian
Insert Artikel - Waspada Virus Corona

Hingga Selasa (7/7), Kementerian Kesehatan Prancis melaporkan 124 kasus baru sehingga total hingga saat ini sebanyak 61.222 kasus aktif. Pemerintah juga menambah pekerja medis untuk membantu perawatan pasien di rumah sakit.

Kepala Kemenkes Prancis, Jerome Salomon mengatakan jika pemerintah saat ini sedang mengantisipasi kemungkinan gelombang kedua Covid-19 pada musim gugur atau musim dingin nanti.

"Yang perlu kita pahami adalah adanya lonjakan kasus pada dasarnya tergantung pada perilaku kita sendiri," ujar Salomon dalam wawancara dengan surat kabar Figaro.

Salomon juga mengingatkan agar warga tetap menjaga jarak dan mengenakan masker saat berada di dalam dan luar ruangan jelang liburan musim panas.

Data statistik Worldometers mencatat hingga saat ini Prancis memiliki 168.645 kasus dengan 29.933 kematian dan 77.655 pasien dinyatakan sembuh.

(ans/evn)

[Gambas:Video CNN]