Lonjakan Kasus Covid-19 di Dunia

CNN Indonesia | Jumat, 10/07/2020 07:51 WIB
Employees prepare to cremate the body of a person who died from the new coronavirus, at La Recoleta crematorium in Santiago, Chile, Saturday, June 27, 2020. The Ministry of Health reported on Saturday the highest number of deaths in Chile since the start of the pandemic. (AP Photo/Esteban Felix) Ilustrasi jasad pasien Covid-19 di Chile yang akan dikremasi. (AP/Esteban Felix)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jumlah kasus virus corona (Covid-19) di dunia hingga saat ini terus memperlihatkan peningkatan dan belum ada tanda-tanda akan menurun.

Jumlah penduduk yang tertular virus mematikan itu di seluruh dunia mencapai 12.196.980 orang. Sebanyak 550 ribu di antaranya meninggal dunia.


Amerika Serikat, Brasil, dan India menjadi tiga negara dengan kasus positif terbanyak.

Menurut data statistik dari Worldometers, total kasus di AS mencapai 3.159.514 dengan penambahan 582 kasus baru, Brasil mencatatkan 1.716.196 kasus tanpa penambahan kasus, dan India mencatatkan 771.833 dengan penambahan 2.781 kasus baru.

Dari tiga negara tersebut, kasus kematian di AS dan India juga bertambah dengan masing-masing 11 dan 30 kematian baru. Meski demikian, angka kematian di India jauh lebih rendah dibanding AS dan Brasil.

Sebagai perbandingan, angka kematian AS sebanyak 134.883, Brasil sebanyak 68.055, dan India sebanyak 21.174.


Selain ketiga negara tersebut, Rusia mencatat 707.301 kasus dengan tambahan 6.509 kasus baru dan Peru dengan 312.911 kasus.

Sementara Indonesia hingga Kamis (9/7) telah mencatat 70.736 kasus dengan tambahan 2.657 kasus baru. Jawa Timur menjadi provinsi dengan kasus positif terbanyak dengan 15.484 kasus disusul DKI Jakarta dengan 13.488 kasus.

Pada Selasa (7/7) lalu, Presiden Brasil, Jair Bolsonaro menyatakan bahwa dia positif tertular virus corona dari hasil pemeriksaan paru-paru yang dijalani pada Senin (6/7) malam.

Bolsonaro menyampaikan langsung kabar itu dalam siaran langsung di televisi.

Sementara itu di AS, Pemerintah Negara Bagian Oklahoma menyebut gelaran kampanye terbuka Presiden Donald Trump pada Juni lalu di Tulsa turut memicu lonjakan kasus baru virus corona di wilayah itu, karena mengabaikan protokol kesehatan di tengah pandemi.


Insert Artikel - Waspada Virus Corona


Pemerintah Tulsa mencatat rekor penemuan kasus corona baru pada pekan ini yakni sebanyak 266 pasien pada Rabu (8/7). Lonjakan penularan ini berlangsung ketika pemerintah Tulsa mencatat penurunan kasus baru di kota itu selama dua pekan terakhir.

(ans/ayp)

[Gambas:Video CNN]