Penularan Meningkat, Sebagian Wilayah Spanyol Lockdown

AFP, AP, CNN Indonesia | Senin, 13/07/2020 05:10 WIB
In this April 28, 2020 photo, Eusebio Soria poses for a photo behind a glass door at the entrance of his home as he recovers from the new coronavirus in Cabrejas del Pinar, Spain, in the province of Soria. Soria said that at first his doctor diagnosed him with the flu until his fever wouldn't go away and he was sent to the hospital where he spent 11 days after being tested positive for the coronavirus. Many in Spain's small and shrinking villages thought their low populations would protect them from the coronavirus pandemic. The opposite appears to have proved true. Soria, a north-central province that's one of the least densely peopled places in Europe, has recorded a shocking death rate. Provincial authorities calculate that at least 500 people have died since the start of the outbreak in April. (AP Photo/Felipe Dana) Ilustrasi lockdown di Spanyol (AP Photo/Felipe Dana)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ratusan ribu penduduk Catalonia di timur laut Spanyol diperintahkan kembali lakukan lockdown.

Hal ini dilakukan setelah kasus penularan virus corona kembali melonjak di Spanyol, Minggu (12/7). Sebanyak 140 ribu warga diminta hanya meninggalkan rumah untuk bekerja dan melakukan aktivitas penting saja.

Pemerintah wilayah Catalonia mengatakan kepada penduduk di dan sekitar kota Lerida di timur laut untuk kembali melakukan isolasi.


"Orang-orang harus tinggal di rumah," kata pejabat kesehatan regional Alba Verges seperti dikutip AFP.

"Kita harus memutus rantai penularan," lanjutnya seperti dikutip AP.

Seminggu sebelumnya, pemerintah Catalan telah membatasi warga utnuk bepergian dari dan ke negara bagian El Segria. Sebab, wilayah dengan populasi 210 ribu itu telah mengalami penambahan penularan Covid-19.

Wabah di daerah pedesaan terkait dengan dengan pekerjaan di lahan pertanian. Sebab, lahan pertanian ini kerap mempekerjakan pegawai harian musiman.

Otoritas kesehatan Catalan juga terus memantau wabah di Hospitalet, sebuah kota padat penduduk di wilayah metropolitan Barcelona yang lebih besar. Secara total, timur laut Catalonia melaporkan lebih dari 800 kasus baru pada Minggu.

Spanyol baru membuka lockdown nasional pada pertengahan Juni lalu. Saat itu lockdown dilakukan selama tiga bulan untuk mengendalikan virus yang telah secara resmi merenggut sedikitnya 28.000 jiwa.

Laporan terbaru juga menunjukkan percepatan peningkatan infeksi di sebagian besar negara dunia. Sejak awal Juli, hampir 2,5 juta infeksi baru telah dilaporkan.

Ini adalah rekor baru sejak wabah penyakit itu dilaporkan di China tahun lalu. Berdasarkan angka resmi, hanya dalam satu setengah bulan jumlah kasus di seluruh dunia naik dua kali lipat.

(eks/eks)

[Gambas:Video CNN]