PM Inggris Perintahkan Lockdown Leicester Diperketat

CNN Indonesia | Rabu, 01/07/2020 07:26 WIB
People wait in line for the opening of the Selfridges department store in London, Monday, June 15, 2020. After three months of being closed under coronavirus restrictions, shops selling fashion, toys and other non-essential goods are being allowed to reopen across England for the first time since the country went into lockdown in March.(AP Photo/Matt Dunham) Ilustrasi situasi normal baru akibat pandemi virus corona di Inggris. (AP/Matt Dunham)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Inggris memutuskan memperketat penerapan penguncian wilayah (lockdown) di kota Leicester karena terjadi lonjakan kasus infeksi virus corona (Covid-19) di daerah itu.

Seperti dilansir Associated Press, Rabu (1/7), keputusan itu disampaikan oleh Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock, di depan anggota legislatif. Dia mengatakan Perdana Menteri Boris Johnson menyetujui untuk menutup sementara sejumlah kegiatan di Leicester untuk menekan angka infeksi.


Antara lain meliburkan sekolah serta menutup toko dan pusat perbelanjaan kecuali toko obat dan makanan.

Padahal, sekitar 30 ribu penduduk di kota Leicester baru dua pekan memulai kembali aktivitas dan memasuki tahap normal baru, setelah menerapkan lockdown.

Hancock menyatakan keputusan sulit tersebut harus diambil demi menyelamatkan masyarakat.

"Keputusan di tingkat daerah sangat penting sebagai cara kami untuk menghadapi wabah sementara negara ini mencoba bersiap bangkit kembali," kata Hancock.

Pemerintah pusat dan kota Leicester memutuskan memperketat lockdown karena lonjakan kasus di kota itu mencapai 10 persen dari jumlah keseluruhan infeksi di Inggris.


"Kalau masyarakat menaati aturan, maka kita bisa lebih cepat mengendalikan virus itu dan membawa kembali Leicester ke masa normal baru," ujar Hancock.

Hancock menyatakan penerapan lockdown di Leicester akan dievaluasi dalam dua pekan mendatang. Dia juga menjanjikan bakal menambah kemampuan pemeriksaan corona.

"Kami sangat prihatin atas kondisi Leicester dan khawatir terjadi penyebaran wabah di tingkat daerah. Saya ingin menekankan kepada masyarakat bahwa kita belum keluar dari krisis ini," kata Johnson.


(Associated Press/ayp)

[Gambas:Video CNN]