FBI Tangkap WN Nigeria Sindikat Peretas Kerap Pamer di Medsos

CNN Indonesia | Selasa, 14/07/2020 03:19 WIB
Arrested man in handcuffs Ilustrasi. FBI menduga seorang pria Nigeria, Ramon Abbas, adalah sindikat peretas yang mencuri uang dari sejumlah perusahaan di Eropa dan AS. (Istockphoto/D-Keine)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang pria Nigeria, Ramon Abbas, ditangkap oleh Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) karena kerap memamerkan kekayaan di media sosial, yang diduga hasil dari peretasan hingga ratusan juta dolar.

Lewat akun Instagram pribadinya, @hushpuppi, Abbas kerap mengunggah foto dirinya dengan sederet barang mewah. Seperti sedang menaiki helikopter dari apartemennya di tepi laut Dubai, sampai jalan-jalan sambil menenteng tas merek terkenal seperti Gucci, Versace, dan Fendi.

"Saya memulai hari dengan menyantap sushi di Nobu di Monte Carlo, Monako, kemudian (saya) memutuskan memesan helikopter untuk... facial di spa Christian Dior di Paris kemudian mengakhiri hari saya dengan menikmati sampanye di Gucci," tulisnya di salah satu unggahan Instagram.


Di unggahan foto lainnya, Abbas memamerkan beberapa mobil mewah seperti Bentley, Ferrari, Mercedes, dan Rolls Royce, dengan tagar #AllMine.

[Gambas:Instagram]

Di biodata akun Instagramnya, dia mengaku berprofesi sebagai pengembang properti.

Akan tetapi, menurut pernyataan tertulis dari FBI, gaya hidup mewah Abbas merupakan hasil dari skema peretasan yang mencuri jutaan dolar dari perusahaan-perusahaan besar di Amerika Serikat dan Eropa.

Unggahannya di media sosial meninggalkan bukti jejak digital yang digunakan penyelidik untuk menghubungkannya dengan tindak kejahatan tersebut.

Seorang pejabat FBI mengatakan pada Mei lalu bahwa penyelidik Uni Emirat Arab (UEA) meringkus Abbas di apartemennya di Dubai dan menyerahkannya ke agen FBI. Kemudian Abbas diterbangkan ke Chicago, Iilinois, pada 2 Juli.

Dalam beberapa pekan mendatang, dia akan dipindahkan ke Los Angeles, California, untuk menghadapi tuduhan atas pencucian uang senilai ratusan juta dolar melalui skema kejahatan dunia maya.

Dilansir CNN, Senin (13/7), Abbas tinggal di Palazzo Versace eksklusif di Dubai. Dia dituduh memimpin sindikat internasional yang mengatur upaya pencucian uang untuk mencuri ratusan juta dolar dari perusahaan.

Dalam sebuah pernyataan, Polisi Dubai mengatakan Abbas ditangkap beserta sebelas orang lainnya. Penyelidik menyita uang senilai hampir US$ 41 juta, tiga belas mobil mewah, dan bukti lain berupa telepon dan komputer.

Pengacara Abbas, Gal Pissetzky, menolak merinci bagaimana kliennya mendapatkannya uang. Dia menyebut penangkapan kliennya sebagai upaya penculikan dan mengatakan bahwa pihak Dubai menyerahkan Abbas ke AS tanpa melalui proses hukum yang sah.

Abbas belum secara resmi didakwa dan pemerintah AS memiliki waktu 30 hari untuk mendakwanya.

(CNN/ayp)

[Gambas:Video CNN]