Rumah Che Guevara di Argentina Dijual Rp5,8 Miliar

CNN Indonesia | Selasa, 14/07/2020 07:17 WIB
(FILES) This 1963 file photo shows Argentine-born legendary revolutionary figure Ernesto Mendiang Ernesto 'Che' Guevara (kiri) bersama mendiang pemimpin Kuba, Fidel Castro. (AFP PHOTO/FILES-CONSEJO ESTADO / AFP PHOTO / HO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Rumah kelahiran tokoh Marxist asal Argentina, Ernesto 'Che' Guevara, dilaporkan dijual seharga US$400 ribu (sekitar Rp5,8 miliar).

Seperti dilansir CNN yang mengutip kantor berita Argentina, Agencia Telam, Senin (13/7), rumah yang berbentuk apartemen itu berlokasi di Kota Rosario yang berjarak sekitar 300 kilometer dari Ibu Kota Buenos Aires. Luasnya sekitar 200 kilometer persegi.

Rumah tersebut sudah kosong sejak 2011. Kepemilikannya berpindah tangan beberapa kali dan sempat akan dijadikan tempat pagelaran budaya sebelum diputuskan akan dijual.


Pemilik bangunan itu saat ini adalah seorang pengusaha bernama Francisco Farruggia. Dia mengatakan sudah berniat menjualnya.

Karena dia juga memiliki sejumlah properti di sejumlah negara dan turut terdampak pandemi Covid-19, maka hal itu membuatnya mempercepat proses penjualan.

Sang pemilik menyatakan sejumlah peninggalan sejarah dan arsitektur tetap dipertahankan di rumah itu. Dia mengatakan ada sejumlah orang yang sudah menawar untuk membeli rumah itu.

Che Guevara adalah salah satu tokoh penting dalam Revolusi Kuba pada 1950-an. Dia membantu mendiang Fidel Castro menggulingkan pemerintahan Presiden Fulgencio Batista.

Guevara lantas diangkat menjadi Kepala Bank Sentral Kuba. Pada 1965 dia meninggalkan negara itu untuk berjuang bersama kelompok gerilyawan kiri di berbagai lokasi di dunia.

Akan tetapi, Guevara dikenal kejam saat berperang. Ratusan tawanan atau musuh dilaporkan dieksekusi di depan matanya.

Sepak terjang Guevara berakhir pada 1967 saat hendak melakukan pemberontakan di Bolivia. Dia tertangkap dan kemudian dieksekusi oleh pasukan Bolivia pada 1967 bersama sejumlah rekannya.

Jasad Guevara lantas dimakamkan bersama enam rekannya dalam kuburan massal.

(CNN/ayp)

[Gambas:Video CNN]