Taipan China Pengkritik Xi Jinping Dituntut Tuduhan Korupsi

ans, CNN Indonesia | Jumat, 24/07/2020 16:09 WIB
Taipan China pengkritik Presiden Xi Jinping Ren Zhiqiang dituntut dengan tuduhan korupsi. Ilustrasi pengadilan. (Istockphoto/bymuratdeniz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Taipan China pengkritik Presiden Xi Jinping Ren Zhiqiang dituntut dengan tuduhan korupsi, menurut pengumuman yang dikeluarkan Partai Komunis China pada Jumat (24/7).
  
Dilansir dari ABC News, Komisi Inspeksi Disiplin Distrik Xicheng di Beijing melalui situs webnya mengatakan Ren dituduh melakukan korupsi, penggelapan, menerima suap, dan menyalahgunakan jabatannya di perusahaan milik negara.


Tanpa memberikan rincian lebih lanjut terkait pelanggaran, komisi tersebut juga menyebutkan pria 69 tahun itu telah diusir dari Partai Komunis China yang berkuasa dan kasusnya diserahkan kepada jaksa.
 
Ren sebelumnya dikeluarkan dari keanggotaan Partai Komunis China karena secara terbuka mengkritik Presiden Xi Jinping atas penanganan pandemi virus corona. Dia terkenal karena keberaniannya berbicara tentang pembungkaman kebebasan berpendapat dan topik sensitif lainnya.

Mantan pengusaha real estate itu menghilang dari publik pada Maret setelah menerbitkan esai daring, isinya menuduh Xi Jinping telah melakukan kesalahan dalam menangani wabah virus corona yang muncul pada Desember lalu di kota Wuhan.
 
Esai tersebut mengkritik respons awal dan upaya pemerintah China dalam menyembunyikan informasi dan propaganda terkait virus tersebut.


Tulisan pedas Ren saat ini sudah hilang dari riwayat internet China.

Pada 2016 lalu, Ren juga bermasalah dengan pengawas disiplin partai karena membuat petisi daring terkait aturan agar media China harus tetap setia pada partai. Akibat aksinya tersebut, Ren menjalani masa percobaan penahanan selama satu tahun dan akun Weibo miliknya ditutup oleh pemerintah.

Beijing sejak era Xi di tahun 2012 terus memperketat kebebasan berpendapat dan menahan ratusan aktivitas yang mengkritik kebijakan pemerintah.

Sejauh ini Xi Jinping telah menekan kritik, memperketat sensor, dan menindak organisasi yang tidak resmi. Dia juga telah menahan belasan jurnalis, aktivis perburuhan dan hak asasi manusia.

(dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK