Tersangka Pembunuh George Floyd Dijerat Penggelapan Pajak

Associated Press, CNN Indonesia | Minggu, 26/07/2020 20:27 WIB
Mantan anggota Kepolisian Minnesota, AS, Derek Chauvin, yang jadi tersangka kematian George Floyd turut dijerat kasus penggelapan pajak. Mantan anggota Kepolisian Minnesota, AS, sekaligus tersangka pembunuhan George Floyd, Derek Chauvin. (AP/Brommerich)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan anggota Kepolisian Minnesota, Amerika Serikat, Derek Chauvin, yang didakwa dalam kasus kematian George Floyd turut didakwa dengan tuduhan penggelapan pajak.

Chauvin bersama istrinya dituduh tidak melaporkan penghasilan dari sejumlah pekerjaan, termasuk penghasilan sebesar US$ 95 ribu di luar pekerjaannya sebagai anggota polisi. Dari hasil investigasi ditemukan bahwa Chauvin tidak melaporkan pajak penghasilan pada 2016, 2017, dan 2018, serta tidak melaporkan semua pendapatan dengan istrinya pada 2014 dan 2015.

"Chauvin dan istrinya, Kellie May Chauvin didakwa di Washington County dengan enam tuduhan yakni membantu dan bersekongkol membayar pajak penghasilan palsu atau penipuan di negara bagian Minnesota," dikutip dari Associated Press, Minggu (26/7).


Keduanya juga didakwa dengan tiga tuduhan membantu dan bersekongkol untuk menggagalkan pengajuan pajak penghasilan negara.

Chauvin dan istrinya disebut melaporkan pendapatan bersama sebesar US$ 464.433 dari 2014-2019. Namun dengan pajak, bunga, dan biaya yang belum dibayar, keduanya saat ini berutang sebesar US$ 37.868 kepada negara.

Jaksa penuntut, Imran Ali, mengatakan, tuduhan itu hanya terkait dengan penyimpangan pajak di negara bagian Minnesota. Bukan pajak federal atau pajak di Florida, tempat Chauvin dan istrinya memiliki rumah kedua.

Pajak di Amerika Serikat diketahui memiliki dua jenis yakni pajak federal (pemerintah pusat) dan pajak negara bagian.

"Jumlah pajak yang belum dibayar dapat meningkat karena penyelidikan sedang berlangsung," kata jaksa Imran Ali.

Chauvin sendiri saat ini masih ditahan atas tuduhan kematian Floyd. Sementara Kellie yang mengajukan gugatan cerai setelah kematian Floyd, tidak ditahan.

Pengacara Chauvin, Eric Nelson, tak berkomentar terkait tuduhan penggelapan pajak tersebut. Namun, dari hasil wawancara dengan penyelidik, Kellie mengaku tak tahu jika harus membayar pajak setiap tahun.

Penyelidikannya sendiri telah dimulai pada Juni setelah Dinas Pendapatan Negara Bagian Minnesota menerima informasi tentang pengajuan pajak yang mencurigakan oleh Chauvin.

Sebagai seorang perwira polisi, Chauvin dapat melakukan pekerjaan di luar tugasnya. Namun, ia harus membayar pajak atas pendapatan yang diperolehnya tersebut. Sementara Chauvin diketahui sempat bekerja di luar tugasnya di sejumlah lokasi sejak 2014 sampai 2020.

Salah satunya, Chauvin pernah bekerja di restoran El Nuevo Rodeo hampir setiap akhir pekan dari Januari 2014 hingga Desember 2019. Ia memperoleh gaji US$ 220 per malam dan Chauvin diyakini memperoleh US$ 95.920 selama enam tahun yang tidak dilaporkan sebagai pendapatan.

Sementara istrinya, Kellie, adalah agen properti yang juga mengoperasikan bisnis fotografi dengan nama KC Images. Dari catatan bank yang ditelusuri penyelidik menunjukkan bahwa Kellie menerima 340 cek senilai US$ 66.472 yang tidak dilaporkan sebagai pendapatan pada 2014 dan 2015.

Chauvin juga diduga gagal membayar pajak penjualan yang layak atas sebuah mobil BMW senilai US$ 100 ribu yang dibeli di Minnesota pada 2018.

Jaksa menyebut Chauvin membeli mobil di Minnetonka, Minnesota, tapi mendaftarkan alamat di Florida sebagai alamat rumah mereka. Padahal pasangan itu menempati rumah utama di Minnesota.

Keduanya diduga membayar pajak penjualan lebih rendah dari yang seharusnya mereka bayar di Minnesota.

"Kellie mengatakan kepada penyelidik mereka mengubah tempat tinggal ke Florida karena lebih murah mendaftarkan mobil di sana," katanya.

Chauvin juga diduga menjual rumah sewaan di Woodbury pada 2017 dan mengurangi jumlah aset untuk menurunkan pajak penghasilan mereka. Namun, mereka tidak menerapkan penghitungan dengan benar terhadap harga pembelian rumah agar dapat membayar pajak lebih rendah.

[Gambas:Video CNN]

Chauvin sebelumnya telah menerima surat terkait pajak yang belum dibayar sejak musim gugur tahun lalu. Ia diperingatkan belum membayarkan pajak negara untuk 2016 dan diancam dengan hukuman pidana.

Chauvin diketahui terlibat dalam kematian Floyd yang kehabisan napas usai lehernya ditindih dengan lutut olehnya pada 25 Mei lalu.

Floyd awalnya ditangkap dengan sangkaan ringan karena diduga menggunakan uang palsu untuk belanja di sebuah toko swalayan.

Dalam video yang beredar, polisi menjatuhkan tubuh Floyd ke tanah sementara Chauvin menginjakkan lututnya ke leher.

"Lututmu di leherku. Saya tidak bisa bernapas. Mama. Mama," kata Floyd meminta ampun.

Tak lama kemudian dia tak bergerak dan dinyatakan meninggal. Insiden tersebut langsung memicu kemarahan di seluruh negeri.

(psp/ayp)