AS Minta Sekutu di Asia Bantu Kendalikan China di LCS

CNN Indonesia | Rabu, 29/07/2020 13:43 WIB
Menhan AS Mark Esper mengaku mengandalkan sekutu-sekutunya di Asia untuk membantu mengendalikan China yang semakin agresif, terutama di Laut China Selatan. Laut China Selatan. (TED ALJIBE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper mengaku mengandalkan sekutu-sekutunya di Asia untuk membantu mengendalikan China yang semakin agresif di perairan Indo-Pasifik, terutama Laut China Selatan.

Dia menuduh China telah mengganggu negara-negara di kawasan dan merampas hak-hak sekutunya terutama dengan klaim sepihak Beijing atas Laut China Selatan dan kekayaan sumber daya alam di perairan tersebut.

Esper menganggap China "bersikap kurang ajar terhadap komitmen internasional".


"Jangan salah, Partai Komunis China (CCP) telah berperilaku seperti ini selama bertahun-tahun. Tapi hari ini, niat China sebenarnya sudah terlihat jelas semua orang," ujarnya pada Selasa (28/7).

Pernyataan itu diutarakan Esper saat berpidato secara virtual di forum International Institute of Strategic Studies.

Dalam kesempatan itu, dia menyatakan AS siap menegakkan janji dan komitmennya untuk mempertahankan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

"Caranya yakni dengan persiapan, perkuat kemitraan, dan mempromosikan wilayah yang lebih terintegrasi," kata Esper seperti dikutip CNN.

Pidato Esper itu berlangsung ketika dua kapal induk terkuat AS tengah melakukan serangkaian latihan bersama sekutu-sekutu Negeri Paman Sam di Samudera Hindia dan Pasifik.

Di Laut China Selatan tepatnya lepas perairan Filipina, kapal induk USS Ronald Reagan dan armada penyerangnya tengah melakukan latihan bersama dengan kapal perang Australia dan Jepang.

Sementara itu, kapal induk USS Nimitz bersama angkatan laut India tengah melakukan latihan pertahanan udara dan komunikasi di Samudera Hindia.

Latihan militer tersebut berlangsung ketika China terus mempertegas klaim atas 90 persen wilayah di Laut China Selatan dengan mengerahkan kapal-kapal ikan hingga kapal militer ke perairan itu.

Selain India, Jepang, dan Australia, Esper mengatakan AS juga memiliki kemitraan strategis dan kerja sama militer terkait keamanan maritim dengan Indonesia, Malaysia, Filipina, Brunei, dan Vietnam. 

Negara-negara tersebut merupakan negara yang bersengketa dengan Tiongkok di Laut China Selatan. 

Meski mengaku tak memiliki sengketa wilayah dengan China di Laut China Selatan, Indonesia semakin khawatir dengan agresivitas Negeri Tirai Bambu di perairan tersebut terutama di zona ekonomi eksklusif (ZEE) dekat perairan Natuna.

(rds/dea)

[Gambas:Video CNN]