Presiden Belarus Klaim Sembuh dari Infeksi Covid-19

ans, CNN Indonesia | Rabu, 29/07/2020 20:30 WIB
Presiden Belarus, Alexander Lukashenko, mengatakan dia sembuh dari infeksi virus corona (Covid-19) tanpa mengalami gejala apapun. Presiden Belarus, Alexander Lukashenko. Dia mengatakan sembuh dari infeksi virus corona (Covid-19) tanpa mengalami gejala apapun. (AFP/ALEXANDER ZEMLIANICHENKO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Belarus, Alexander Lukashenko, mengatakan dia sembuh dari infeksi virus corona (Covid-19) tanpa mengalami gejala apapun.

Menurut laporan kantor berita pemerintah Belarus, Belta, yang dilansir CNN, Rabu (29/7), Lukashenko menyebut Covid-19 sebagai "psikosis" massal.

Dia menambahkan bahwa ia "hidup bersama virus ini" dan merekomendasikan agar warga menikmati sauna tradisional atau minum vodka "untuk membunuh virus".


"Saya minta maaf atas suara saya, akhir-akhir ini saya harus banyak bicara. Tapi yang paling mengejutkan adalah hari ini Anda melihat seseorang berhasil sembuh dari virus corona," katanya saat berkunjung ke sebuah pangkalan militer.

"Seperti yang saya katakan, 97 persen dari warga kita menderita penyakit ini tanpa gejala. Dan terima kasih Tuhan, saya berhasil masuk dalam kelompok orang tanpa gejala ini," tambahnya, mengutip statistik yang tidak berdasar.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) sebenarnya memperkirakan bahwa sekitar 40 persen orang yang terinfeksi Covid-19 tidak mengalami gejala apapun.

Lukashenko berulang kali menampik ancaman yang ditimbulkan dari Covid-19. Dia juga banyak menuai kritik karena menolak memberlakukan pembatasan ketat selama pandemi dan menolak menutup negaranya.

Presiden yang telah berkuasa sejak 1994 tidak membatasi aktivitas masyarakat selama pandemi dan melanjutkan parade militer tahunan pada Mei lalu. Dia juga terus melakukan pertemuan pemerintah secara langsung dan bermain hoki di tengah pandemi.

"Lebih baik mati berdiri daripada hidup dengan berlutut," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan televisi pemerintah pada Maret.

Belarus merupakan negara berpenduduk 9,5 juta orang. menurut data Universitas Johns Hopkins, negara itu secara resmi melaporkan 67.366 kasus virus corona dan 543 kematian pada Selasa.

(CNN/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK