Menteri Luar Negeri Libanon Mundur di Tengah Krisis Ekonomi

CNN Indonesia | Selasa, 04/08/2020 05:05 WIB
Menlu Libanon Nassif Hitti mengundurkan diri sebagai bentuk protes terhadap kegagalan pemerintah setempat untuk mengatasi krisis ekonomi. Menlu Libanon Nassif Hitti mengundurkan diri sebagai bentuk protes terhadap kegagalan pemerintah setempat untuk mengatasi krisis ekonomi. Ilustrasi. (AP Photo/Hussein Malla).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri (MenluLibanon Nassif Hitti mengundurkan diri pada Senin (3/8) waktu setempat. Pengunduran diri dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kegagalan pemerintah untuk mengatasi krisis ekonomi.

Ia menilai, tanpa reformasi, "kapal akan tenggelam". Sementara, pemerintah Libanon tak berkeingin untuk melakukan perubahan yang diminta oleh Dana Moneter Internasional.

"Saya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai menteri luar negeri hari ini (Senin (3/8))," ujar Hitti seperti dikutip dari AFP, Selasa (4/8).


Ekonomi yang terjun bebas memicu aksi protes massa sejak Oktober lalu. Pemerintah dianggap tidak kompeten, korup, dan lebih memilih melayani kelompok tertentu dibandingkan kepentingan nasional.

Pada Maret lalu, pemerintah Libanon menyatakan gagal bayar atas utang negara. Lalu, dua bulan lalu, pembicaraan dengan IMF untuk meminta bantuan dimulai. Namun, pembahasan berjalan alot karena pemerintah enggan melakukan reformasi.

Diplomat berusia 67 tahun itu mengungkapkan partisipasinya pada pemerintah didasari oleh keinginannya untuk melayani satu pemimpin yaitu rakyat Libanon.

"Namun, saya menemukan di negara saya banyak pemimpin dan keinginan yang bertolak belakang," jelasnya.

(afp/sfr)