Australia Kerahkan 500 Pasukan Awasi Karantina di Melbourne

CNN, CNN Indonesia | Selasa, 04/08/2020 17:40 WIB
Pemerintah Australia mengerahkan 500 pasukan untuk mengawasi karantina warga Melbourne saat diberlakukan lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona. Pemerintah Australia memperketat lockdown kota Melbourne. (Foto: AFP/WILLIAM WEST)
Jakarta, CNN Indonesia --

Departemen Pertahanan Australia berencana mengerahkan 500 pasukan ke Melbourne, Victoria untuk membantu mengawasi karantina warga saat diberlakukan penguncian wilayah (lockdown).

Perdana Menteri Victoria, Daniel Andrews mengatakan pasukan tambahan yang dikerahkan akan membantu 300 petugas dari departemen kesehatan untuk mengawasi warga yang dikarantina.

"Saya dapat mengonfirmasi bahwa akan ada tambahan lebih dari 500 personel ADF (Angkatan Pertahanan Australia) yang datang ke Melbourne dalam beberapa hari mendatang," kata Andrews dalam konferensi pers, Selasa (4/8).


Selain menambah pasukan untuk mengawasi karantina, Andrews juga mengumumkan pemberlakuan denda bagi warga yang nekat keluar rumah saat diberlakukan lockdown.

Orang yang nekat keluar saat karantina akan didenda hingga 14.290 dolar Australia (sekitar Rp151 juta) dan menghadapi hukuman di persidangan.

Mengutip CNN, Andrews mengatakan denda diberlakukan karena ada 3.000 orang dengan 800 diantaranya dirawat di rumah sakit di Melbourne yang berpotensi menyebarkan virus corona selama lockdown.

Kepala Kepolisian Victoria, Lisa Neville juga memperingatkan bahwa polisi akan berpatroli untuk memastikan warga tidak melanggar aturan karantina. Neville mengatakan pihaknya tidak akan sungkan untuk menjatuhi denda hingga menahan warga yang melanggar aturan lockdown.

Insert Artikel - Waspada Virus CoronaFoto: CNN Indonesia/Fajrian
Insert Artikel - Waspada Virus Corona

Sehari sebelumnya Andrews mengumumkan untuk memperketat lockdown dengan menutup sebagian besar ritel dan manufaktur mulai Rabu (5/8) dini hari atau Kamis (6/8). Pengecualian berlaku untuk supermarket, apotek, bank, pompa bensin, dan toko minuman keras yang akan tetap buka.

Tak hanya itu, produksi di pabrik pengolahan daging dan konstruksi akan dipangkas hingga sepertiga kapasitas hari biasa mulai Jumat (7/8). Pemerintah juga mengharuskan warga untuk mengenakan masker saat berada di luar rumah, pemberlakuan jam malam, dan aturan untuk tetap berada di rumah jika tidak ada keperluan mendesak.

Jam malam akan diberlakukan mulai Minggu (9/8) hingga 13 September. Orang-orang dilarang bepergian dengan jarak lebih dari 5 km dari rumah dan harus berada di rumah mulai pukul 8 malam hingga 5 September.

Polisi akan melakukan patroli untuk memastikan warga Melbourne mematuhi aturan ini. Bagi warga yang melanggar aturan akan dikenai denda sebesar 1.652 dolar Australia atau sekitar Rp24,5 juta.

Hingga saat ini Victoria mencatat 439 kasus Covid-19 dan 11 kematian dalam 24 jam terakhir. Jumlah tersebut menjadikan Victoria memiliki total 12.335 kasus dan 147 kematian akibat virus corona.

Sementara itu Australia hingga saat ini memiliki 18.728 kasus Covid-19 dengan 7.874 kasus aktif. Angka kematian akibat virus corona sebanyak 232 jiwa.

(evn/evn)

[Gambas:Video CNN]