Ledakan Beirut Terekam Kamera Dokumentasi Pasangan Pengantin

The Independent, Global News, CNN Indonesia | Kamis, 06/08/2020 08:27 WIB
Ledakan dahsyat di Beirut, Libanon, pada Selasa (4/8) terekam saat seorang juru kamera sedang menddokumentasikan video pernikahan pengantin setempat. Proses evakuasi korban akibat ledakan di Beirut, Libanon. (AP/Hassan Ammar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ledakan dahsyat yang terjadi di Beirut, Libanon, pada Selasa (4/8) terekam saat seorang juru kamera sedang mendokumentasikan video sebuah momen pernikahan pengantin setempat.

Dilansir The Independent, Kamis (6/8), saat peristiwa itu terjadi, juru foto dan video Mahmoud Nakib sedang mengambil gambar pengantin perempuan, dr. Israa Seblani, di sebuah alun-alun di Beirut.

Ketika tengah fokus mengambil video Seblani yang mengenakan baju pengantin, seketika terdengar dentuman dan gelombang ledakan membuat debu berhamburan.


Peristiwa itu terekam dalam kamera Nakib. Saat itu Nakib langsung mengucap kalimat Takbir dan mencari perlindungan. CNNIndonesia.com sudah meminta izin untuk mencantumkan unggahan di akun Twitter Rex Chapman yang memperlihatkan kejadian itu.

[Gambas:Video CNN]

Dalam rekaman video itu terlihat Seblani kebingungan dan langsung pergi mencari tempat aman. Proses pengambilan gambar pun terhenti.

Di dalam video itu juga terlihat serpihan dan pecahan kaca berhamburan akibat ledakan. Sejumlah meja dan kursi juga berantakan.

Nakib lantas mengarahkan kembali kamera yang dia bawa dan merekam Seblani bergegas masuk ke dalam gedung untuk berlindung. Sejumlah lelaki yang mengenakan setelan kemeja dan jas juga berlarian menyelamatkan diri.

Terdengar juga raungan sirine tanda bahaya di lokasi. Nakib bahkan sempat menjelaskan situasi itu di depan kamera.

"Lihat saya, saya gemetar. Ada sebuah ledakan sangat besar. Seluruh bangunan rusak. Sejumlah orang luka-luka, tetapi atas izin Allah S.W.T., kami baik-baik saja," kata Nakib, seperti dilansir Global News.

Seblani yang merupakan seorang dokter dan bekerja di Amerika Serikat langsung membantu memeriksa sejumlah orang yang terluka. Lalu dia kemudian pergi ke alun-alun Saifi untuk berlindung.

Seblani mengatakan dia sudah mempersiapkan diri selama dua pekan menjelang hari pernikahan.

"Apa yang terjadi saat ledakan sulit diungkapkan dengan kata-kata. Saya terkejut, saya masih bingung apa yang terjadi dan saya bertanya apakah saya akan meninggal saat itu?," kata Seblani.

Sang suami, Ahmad Subeih (34), yang merupakan seorang pengusaha juga terkejut akibat kejadian itu.

"Kami mencoba kembali ke lokasi pengambilan gambar dan sulit menggambarkan kerusakan yang terjadi serta suara ledakan itu," kata Subeih.

"Saya merasa sedih dengan apa yang terjadi dengan orang lain dan Libanon. Saat saya bangun tidur, saya melihat kehancuran Beirut, tapi satu hal yang saya syukuri adalah Tuhan masih mengizinkan saya untuk hidup," ujar Subeih.

Infografis Fakta di Balik Ledakan Besar di Libanon

Sampai saat ini korban meninggal akibat ledakan di Beirut mencapai 135 orang, dan korban luka mencapai 5.000 orang.

Insiden itu terjadi setelah kebakaran di gudang pelabuhan yang menyimpan senyawa kimia amonium nitrat sebanyak 2.750 ton. Api lantas memicu senyawa yang mudah terbakar itu dan menimbulkan ledakan dahsyat.

Akibatnya, sejumlah bangunan di radius 10 kilometer dari pusat ledakan rusak. Suara dentuman juga dilaporkan terdengar hingga Siprus yang berada di Laut Mediterania berjarak 200 kilometer dari Libanon.

Ledakan itu juga memicu gempa lokal dengan magnitudo 3.5.

(ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]