Palestina Berkabung Atas Ledakan Libanon, Hamas Imbau Bantuan

CNN Indonesia | Kamis, 06/08/2020 12:05 WIB
Presiden Palestina, Mahmud Abbas, menetapkan hari berkabung nasional sebagai wujud duka cita dan solidaritas atas ledakan di Libanon. Seorang penduduk Beirut, Libanon, melewati jalan puing-puing akibat ledakan di gudang penyimpan amonium nitrat. (AP/Hussein Malla)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Palestina, Mahmud Abbas, menetapkan hari berkabung nasional sebagai wujud duka cita dan solidaritas atas ledakan yang terjadi Libanon.

Seperti dilansir Middle East Monitor yang mengutip kantor berita Palestina, Wafa, Kamis (6/8), Abbas dilaporkan menelepon Presiden Libanon, Michel Aoun, untuk menyampaikan ucapan bela sungkawa dan mendukung mereka tetap kuat untuk seluruh penduduk dan korban ledakan.

Abbas juga meminta duta besar Palestina di Libanon untuk segera memberi bantuan semampunya kepada pemerintah Libanon.


Secara terpisah, partai politik dan organisasi perjuangan Palestina, Hamas, mengimbau kepada para pengungsi Palestina yang berada di Libanon untuk mendonorkan darah dan membantu penduduk Libanon yang dianggap sebagai saudara.

Imbauan itu disampaikan oleh perwakilan Hamas di Libanon, Ahmed Abdul-Hadi. Libanon menampung ratusan ribu penduduk Palestina yang mengungsi setelah tempat tinggal mereka dihancurkan dan menghindari perang dengan Israel.

Perdana Menteri Libanon, Hassan Diab, menyatakan Rabu kemarin sebagai hari berkabung nasional akibat ledakan itu.

Korban meninggal dalam ledakan di Beirut dilaporkan mencapai 135 orang. Kementerian Kesehatan Libanon menyatakan 5.000 orang luka-luka akibat kejadian itu.

Ledakan itu diduga dipicu oleh kebakaran yang berawal dari petasan yang tersulut di gudang pelabuhan Beirut, yang menyimpan 2.750 ton senyawa amonium nitrat. Senyawa kimia itu memiliki daya ledak tinggi dan kerap dipakai untuk bahan baku pembuatan pupuk dan peledak.

Menurut Gubernur Beirut, Marwan Abboud, jumlah kerugian akibat ledakan dahsyat itu ditaksir mencapai Rp217.5 triliun. Dia mengatakan sebanyak 300 ribu penduduk Beirut kehilangan tempat tinggal akibat rusak terkena dampak ledakan.

Presiden Libanon, Michel Aoun, menyatakan berjanji akan menggelar penyelidikan terkait ledakan itu secara terbuka. Dia juga menjanjikan akan menghukum pihak-pihak yang dinilai bertanggung jawab.

Infografis Fakta di Balik Ledakan Besar di Libanon

Sampai saat ini kepolisian setempat telah menetapkan sejumlah pejabat di badan pelabuhan Beirut sebagai tahanan rumah, terkait proses penyelidikan.

(Middle East Monitor/ayp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK