Kucing Palmerston 'Resign' dari Kantor Kemenlu Inggris

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Sabtu, 08/08/2020 18:21 WIB
Palmerston, kucing kepala pemburu tikus di Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris, memutuskan pensiun dan meninggalkan hingar-bingar kota London. Palmerston memutuskan pensiun setelah ikut WFH selama pandemi corona. (AFP/Justin Tallis)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kucing Palmerston memutuskan mengundurkan diri dan pensiun dari jabatannya sebagai Chief Mouser atau kepala pemburu tikus di Kantor Kementerian Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris (Foreign and Commonwealth Office).

Kucing berbulu hitam putih yang terkenal di media sosial ini menyatakan ingin menghabiskan hari-harinya dengan kehidupan yang tenang di pedesaan.

Kucing jantan yang dijuluki Diplo Mogg itu sudah mengabdi menjadi pemburu tikus di Whitehall. Di tengah pandemi virus corona (Covid-19), Palmerston ikut menjalani work from home atau kerja dari rumah.


Namun kini dia menyatakan kehidupan di kampung halaman jauh lebih santai, lebih tenang, dan lebih mudah.

"Setelah empat tahun mengabdi, saya percaya sudah waktunya saya pensiun sehingga saya bisa rehat dari perhatian. Penyebaran virus corona telah berdampak pada banyak hal, termasuk saya, yang mulai bekerja dari rumah," tulis Palmerston dalam surat resign-nya.

Keputusan bulat Palmerston untuk resign dan pensiun disampaikan dalam surat resign untuk wakil sekretaris tetap FCO Simon McDonald. Surat pengunduran diri itu juga diunggah di akun Twitter miliknya @DiploMog.

Palmerston menyebut dia sangat senang memanjat pohon dan berkeliaran di ladang, jauh berbeda dengan keriuhan pusat kota London.

"Saya sangat senang memanjat pohon dan patroli di ladang sekitar rumah baru saya di pedesaan. Keluarga saya juga memenuhi semua kebutuhan saya," ucap Palmerston, yang namanya diambil dari nama mantan perdana menteri Inggris, Henry John Temple, Viscount Palmerston ke-3.

Dalam surat itu juga, Palmerston menyatakan ia sudah bekerja keras menjadi kepala pemburu tikus dan juga kerap membantu Inggris dalam urusan diplomatik.

"Saya pastikan saya sangat rajin. Walaupun saya tidak bisa menangkap tikus King Charles Street, usaha diplomatik saya sangat signifikan. Saya telah banyak memenangkan negosiasi. Usaha diplomatik saya membuahkan hasil yang positif," tutur Palmerston.

Palmerston juga mengaku dia kerap pura-pura tidur untuk menguping banyak perbincangan diplomatik.

"Gerakan khas saya, pura-pura tidur sambil mendengar perbincangan asing, akan menjadi kehilangan besar untuk intelijen kita. Tapi, seiring pertambahan usia, saya mesti mengambil langkah mundur dari urusan diplomatik dan menikmati me-time," ungkat Palmerston.

Palmerston menyatakan akan merindukan langkah kaki para duta besar yang tiba di FCO dan berlari mencari saya. Dia sangat bangga dapat bertemu banyak orang penting di dunia. Meski telah resign dan pensiun, Palmerston menyatakan akan tetap menjadi duta untuk FCO dan Inggris.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemenlu Inggris Simon McDonald memberikan penghormatan kepada Palmerston. Dia mengatakan sejak tiba dari rumah Kucing dan anjing Battersea, Palmerston telah menjadi fenomena media sosial.

"Semua orang di Kantor Luar Negeri akan merindukannya," kata McDonald.

(ptj/stu)

[Gambas:Video CNN]