Eks Menkeu Malaysia Berkeras Tak Bersalah Atas Korupsi Proyek

AP, CNN Indonesia | Senin, 10/08/2020 15:01 WIB
Mantan Menkeu Malaysia, Lim Guang Eng dalam persidangan, Senin (10/8) berkeras tidak bersalah atas tuduhan kasus korupsi proyek terowongan bawah laut. Mantan Menkeu Malaysia, Lim Guan Eng. (Foto: AFP/MOHD RASFAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Menteri Keuangan Malaysia, Lim Guang Eng berkeras jika ia tidak bersalah atas tuduhan kedua kasus korupsi proyek konstruksi terowongan bawah laut senilai US$1,5 miliar atau sekitar Rp21 triliun.

Lim mengatakan tidak bersalah atas tuduhan kedua dugaan korupsi proyek terowongan bawah laut. Ia bahkan mengecam kasus tersebut yang disebutnya sebagai tuduhan palsu yang diarahkan pemerintah terhadapnya.

Lim mengatakan para pejabat anti-korupsi tidak pernah menanyai dia tentang dana  yang diduga ia terima dan tidak ada bukti bahwa dia memiliki uang itu.
 
"Ini jelas tuduhan yang tidak berdasar dan bermotif politik. Saya akan berjuang di pengadilan untuk membuktikan bahwa saya tidak bersalah," ujar Lim dalam konferensi pers setelah sidang, Senin (10/8) seperti dilansir dari Associated Press.


Dalam dokumen dakwaan, Lim diduga menerima suap dari seorang pengusaha agar perusahaannya bisa dimenangkan sebagai tender proyek tersebut.

Politikus berusia 59 tahun itu pada Jumat (7/8) pertama kali dituduh meminta suap sebesar 10 persen dari proyek tersebut. Lalu pada Senin, dia kembali dituduh menyalahgunakan kekuasaannya sebagai menteri utama Penang untuk mendapatkan RM3,3 juta (US$786.182) atau sekitar Rp11,5 miliar sebagai uang sogokan untuk membantu perusahaan lokal mengamankan kontrak konstruksi proyek.
 
Proyek itu disetujui selama masa jabatan Lim sebagai menteri utama Penang dari 2008-2018, sebelum dia menjadi menteri keuangan Malaysia.

Jika terbukti bersalah, dia berpotensi dihukum hingga 20 tahun penjara dan didenda.

Proyek terowongan sepanjang 7,2 kilometer dari pulau Penang ke Semenanjung Malaysia mencakup beberapa jalan raya dan akan didanai melalui pertukaran lahan dari tanah utama yang direklamasi. Pembangunannya belum dimulai karena pemerintah negara bagian masih meninjau studi kelayakan.

Badan anti-korupsi mengatakan Lim akan menghadapi dakwaan ketiga pada Selasa atas kasus yang berbeda. Namun lewat postingan Facebook pada Senin, Lim mengatakan bahwa istri pengacaranya, Betty Chew juga akan menghadapi tuduhan pencucian uang di hari yang sama. Anaknya juga menjadi sasaran fitnah di media sosial.
 
"Kepada musuh politik kami di luar sana, carilah saya sebanyak yang Anda inginkan, tapi jangan ganggu keluarga saya," tulis Lim.

Sejumlah pendukung Lim menganggap kasus ini merupakan upaya pencemaran nama baik dan bermotif politik.

Partainya, Partai Aksi Demokratik (DAP), didominasi oleh etnis minoritas Tionghoa Malaysia dan menjadi anggota utama koalisi Pakatan Harapan yang sempat berkuasa sebelum Mahathir Mohamad mundur dari jabatan perdana menteri.

(ans/evn)

[Gambas:Video CNN]