Duterte Bersedia Jadi 'Kelinci Percobaan' Vaksin Corona Rusia

CNN Indonesia | Rabu, 12/08/2020 18:52 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte bersedia menjadi 'kelinci percobaan' untuk vaksin virus corona Rusia yang kontroversi, Sputnik V. Presiden Filipina Rodrigo Duterte. (AFP PHOTO / NOEL CELIS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Filipina Rodrigo Duterte bersedia menjadi 'kelinci percobaan' untuk vaksin virus corona Rusia yang kontroversi, Sputnik V.

"Saya akan menjadi orang pertama yang diujicobakan," kata Duterte, Senin (10/8) atau sehari sebelum Rusia resmi mendaftarkan vaksin tersebut.

Rusia mengumumkan telah menyetujui penggunaan vaksin virus corona, Selasa (11/8) . Namun tidak sedikit pihak yang meragukan terobosan Rusia itu, termasuk WHO sendiri. Berbeda dengan Duterte.


Duterte mengaku sangat percaya vaksin buatan Rusia itu efektif memberikan kekebalan untuk mencegah penularan Covid-19.

"Saya yakin vaksin yang Anda hasilkan sangat baik untuk kemanusiaan," kata Duterte, memuji Presiden Rusia Vladimir Putin seperti dikutip dari AFP.

Juru Bicara Duterte Harry Roque menambahkan bahwa presiden-yang-dikenal sering membuat pernyataan kontroversial itu serius dengan ucapannya. Dalam artian Duterte tidak bercanda dan siap disuntik vaksin Sputnik V.

"Dia sudah tua. Dia bersedia mengorbankan nyawanya untuk rakyat Filipina," kata Roque. Filipina juga siap bekerja sama dalam uji klinis, pasokan dan produksi vaksin dengan Moskow.

Rusia diketahui menjadi negara pertama yang menyetujui penggunaan vaksin corona. Rencananya produksi vaksin dalam skala besar akan segera dilakukan.

WHO menyatakan belum bisa memberi jaminan bagi Sputnik V karena menurut mereka masih harus melewati tahap prakualifikasi.

Sementara peneliti rekanan senior di Universitas Southampton, Michael Head, meragukan kemanjuran vaksin Sputnik V. Dia menduga vaksin itu hanya diuji ke beberapa orang, dan pemerintah Rusia dinilai terlalu terburu-buru dalam menyetujui vaksin itu.

Menurut standar dunia, uji klinis tahap tiga sebuah vaksin harus melibatkan sekitar 10 ribu orang dan memakan waktu berbulan-bulan. Tahap itu juga dinilai menjadi satu-satunya tahapan eksperimen untuk menguji apakah vaksin itu aman dan manjur.

Sebagai perbandingan, uji tahap akhir vaksin di Amerika Serikat mewajibkan untuk diuji coba kepada 30 ribu relawan.

Putin menyatakan penggunaan vaksin Sputnik V sudah mendapat persetujuan dari Kementerian Kesehatan Rusia. Dia mengklaim salah satu dari dua anaknya menjadi relawan dalam uji klinis vaksin.

Filipina tercatat sebagai negara dengan kasus virus corona tertinggi di Asia Tenggara. Berdasarkan data statistik Worldometer, hingga Rabu (12/8) Filipina memiliki 143.749 kasus Covid-19 dan 2.404 kematian.

(dea)

[Gambas:Video CNN]