Kim Jong-un Cabut Lockdown Kota Kaesong

Associated Press, CNN Indonesia | Jumat, 14/08/2020 08:21 WIB
Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un memerintahkan pencabutan lockdown kota Kaesong setelah penyebaran virus corona dianggap stabil. Korea Utara mencabut lockdown kota Kaesong. (Foto: AP/Naohiko Hatta)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un mencabut penguncian (lockdown) di kota Kaesong yang berada di dekat perbatasan dengan Korea Selatan. Ribuan orang dikarantina selama berminggu-minggu karena khawatir tertular virus corona.

Menurut laporan kantor berita Korea Utara, KCNA seperti dikutip Associated Press, Kim mencabut lockdown kota Kaesong karena penyebaran virus saat ini dianggap stabil.

Kota Kaesong dalam tiga pekan terakhir dikunci untuk menekan penyebaran virus corona.


Selama memberlakukan lockdown, Kim menolak bantuan asing dengan memasok makanan dan obat-obatan selama akses ke kota diblokir total.

Kim pada akhir Juli lalu memerintah lockdown kota Kaesong dan meminta pemberlakuan 'sistem darurat maksimal' setelah ada laporan seorang warga di saa menunjukkan gejala terinfeksi virus corona.

Pasien yang dicurigai mengidap Covid-19 itu merupakan warga Korea Utara yang sebelumnya melarikan diri ke Korea Selatan, sebelum kembali ke Kaesong.

Otoritas kesehatan Korea Selatan mengatakan pria berusia 24 tahun itu belum dites positif di Seoul dan diketahui tidak pernah melakukan kontak dengan pembawa virus.

Kendati demikian, Pyongyang mengatakan hasil tes pria itu tidak meyakinkan untuk dinyatakan terbebas dari virus. Ia diduga sebagai kasus pertama virus corona, kendati tidak bisa memastikan dugaan tersebut.

Pemerintah Korut memberlakukan lockdown kota Kaesong yang berada di dekat perbatasan Korea Selatan mulai 24 Juli. Sebelumnya Korea Utara sudah lebih dulu menutup perbatasan dengan China.

Pemberlakuan dan pembatasan keras membuat ribuan orang harus diisoliasi. Namun kebijakan tersebut memicu keraguan dari para analis yang mengatakan Korut tidak mungkin bisa menghindari penularan virus corona yang saat ini telah menginfeksi lebih dari 20 juta orang di seluruh dunia.

(evn/evn)

[Gambas:Video CNN]