Fasiltas Nuklir Korut Terancam Kebanjiran

CNN Indonesia | Kamis, 13/08/2020 21:05 WIB
Fasilitas nuklir utama Korea Utara dilaporkan terancam banjir akibat luapan air sungai yang berada tak jauh dari kompleks itu. Ilustrasi Korea Utara. (iStockphoto/narvikk)
Jakarta, CNN Indonesia --

Fasilitas nuklir utama Korea Utara dilaporkan terancam banjir akibat luapan air sungai yang berada tak jauh dari kompleks itu.

Berdasarkan analisis 38 North, situs yang memantau Korea Utara, citra satelit pada 6 Agustus menunjukkan air telah mencapai dua rumah pompa yang terhubung dengan reaktor di kompleks nuklir Yongbyon.

"Citra satelit 6 Agustus menunjukkan kenaikan dramatis permukaan air Sungai Kuryong yang mengalir di sepanjang kompleks Yongbyon," kata lembaga think tank tersebut seperti dikutip dari Korea Times, Kamis (13/8). Banjir ini diperkirakan yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir.


Menurut situs tersebut banjir berpotensi menyumbat sistem perpipaan yang mengambil air dari sungai hingga menyebabkan reaktor mati.

Kompleks ini adalah rumah bagi reaktor nuklir berkekuatan 5 megawatt yang memproduksi plutonium.

"Reaktor tampaknya tidak beroperasi selama beberapa waktu, dan Experimental Light Water Reactor (ELWR) belum online, keduanya membutuhkan aliran air yang konsisten untuk beroperasi," katanya.

Meski demikian pantauan citra satelit dari 8 dan 11 Agustus menunjukkan air telah surut. Banjir juga tidak mencapai pabrik pengayaan uranium sehingga tidak ada kerusakan pada fasilitas nuklir.

Korea Utara dilanda hujan deras yang belum pernah terjadi sebelumnya pada bulan ini, menyebabkan banjir dan kerusakan di seluruh negeri

Banjir juga memaksa Korea Utara menutup sementara perbatasan dengan China.

Tanggul yang jebol di Provinsi Hwanghae Utara menyebabkan lebih dari 730 rumah dan 600 hektare sawah terendam banjir. Selain itu 179 blok rumah di Kabupaten Unpha dilaporkan hancur.

Hwanghae Utara merupakan wilayah pertanian utama di Korea Utara.
Kantor berita Korea Utara, KCNA seperti dikutip Associated Press melaporkan tidak ada korban jiwa akibat banjir kali ini.

Korea Utara kerap mengalami kerusakan parah akibat banjir karena buruknya drainase, penggundulan hutan, dan infrastruktur yang buruk.

(dea)

[Gambas:Video CNN]