Mantan Aktris Afghanistan Nyaris Tewas Akibat Ditembak

CNN Indonesia | Kamis, 27/08/2020 07:51 WIB
Mantan aktris Afghanistan, Saba Sahar (44), nyaris tewas ditembak sekelompok orang tidak dikenal di ibu kota Kabul pada Selasa (25/8) lalu. Ilustrasi. Mantan aktris Afghanistan, Saba Sahar (44), nyaris tewas ditembak sekelompok orang tidak dikenal di ibu kota Kabul pada Selasa (25/8) lalu. (Istockphoto/thawornnurak)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang mantan aktris Afghanistan yang saat ini banting setir menjadi polisi, Saba Sahar (44), dilaporkan ditembak oleh sekelompok orang tidak dikenal di ibu kota Kabul, pada Selasa (25/8) lalu.

Seperti dilansir Arab News, Kamis (27/8), Sahar dilaporkan mengalami empat luka tembak dan saat ini dirawat di rumah sakit. Insiden itu terjadi ketika dia tengah mengendarai mobil di Kabul.

"Sahar meninggalkan rumah menuju kantor menggunakan mobil bersama seorang anak, ajudan, dan sopir. Saat itu ada empat orang tidak dikenal menembaki mobil yang ditumpangi Sahar ketika melewati sebuah gang di kawasan timur Kabul. Pelaku lalu kabur," kata suami Sahar, Aimal Zaki.


Saat kejadian, Zaki tengah berada di rumah. Dia mengaku mendengar suara rentetan tembakan tidak lama setelah pergi.

Zaki kemudian ditelepon dan diminta datang ke lokasi kejadian.

"Saat saya sampai, dia mendapat empat luka tembak di perut. Sopir dan ajudan juga terluka, tetapi anak perempuan kami selamat. Kami langsung melarikan Sahar ke rumah sakit," ujar Zaki.

Menurut Zaki, dari pengakuan ajudan dan sopir, para pelaku bersenjatakan senapan AK-47 menyergap mereka.

"Istri saya masih koma, tetapi sudah berhasil melalui masa kritis dan kini sedang dalam pemulihan," ujar Zaki.

Sahar mulanya adalah aktris dan kemudian menjajal menjadi sutradara. Dia juga dikenal sebagai aktivis hak-hak perempuan dan aktif mengkritik Taliban.

Sepanjang karirnya, dia membintangi delapan film. Dia lantas pensiun dari dunia hiburan lima tahun lalu.

Saat ini Sahar bekerja menjadi wakil kepala departemen gender di satuan khusus Kepolisian Afghanistan, setelah bertugas menjadi opsir selama lebih dari satu dasawarsa.

Ada dugaan serangan itu dilakukan oleh Taliban. Tuduhan itu disampaikan oleh juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Tariq Aryan.

"Taliban selalu berada di balik serangan seperti itu, dan mengancam para pejabat pemerintah supaya segera meninggalkan jabatan mereka. Gambaran besarnya adalah serangan ini diperkirakan akan membuat gentar para perempuan yang bekerja di lembaga keamanan," kata Aryan.

Menurut juru bicara Kepolisian Kabul, Ferdaus Faramarz, mereka sedang menyelidiki kejadian itu.

(Arab News/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK