KILAS INTERNASIONAL

Dialog Afghanistan-Taliban sampai Resolusi Penanganan Corona

AFP TV, CNN Indonesia | Senin, 14/09/2020 06:35 WIB
Sejumlah peristiwa terjadi pada akhir pekan dirangkum dalam kilas internasional, dialog damai Afghanistan-Taliban hingga PBB sepakati resolusi penanganan covid. Dialog damai Taliban-Afghanistan. (Foto: AP Photo/Alexander Zemlianichenko)
Jakarta, CNN Indonesia --

Serangkaian peristiwa terjadi sepanjang akhir pekan. Mulai dari Afghanistan dan Taliban memulai dialog damai hingga PBB menyepakati resolusi penanganan corona yang dirangkum dalam kilas internasional.

Negosiasi Damai, Afghanistan Dialog dengan Taliban

Pemerintah Afghanistan melakukan pertemuan dengan perwakilan Taliban di Doha, Qatar pada Sabtu (12/9) ini untuk membahas negosiasi perdamaian. Pemimpin proses perdamaian, Abdullah Abdullah, menyerukan gencatan senjata.

Abdullah juga menyoroti jumlah korban jiwa akibat perang yang sedang berlangsung. Setidaknya sebanyak 12 ribu warga sipil tewas dan 15 ribu lainnya terluka sejak Amerika Serikat dan Taliban meneken kesepakatan pada Februari lalu.


"Kita harus menggunakan kesempatan yang luar biasa ini untuk berdamai. Kita harus menghentikan kekerasan dan menyetujui gencatan senjata secepat mungkin. Kita ingin gencatan senjata kemanusiaan," kata Abdullah saat pembukaan.

Dalam dialog tersebut hadir salah satu pendiri Taliban yang bernama Mullah Abdul Ghani Baradar. Kemudian AS yang mendukung dialog perdamaian ini diwakili oleh Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo.

Menurut Pompeo, kedua pihak harus menyempurnakan sikap bagaimana memajukan negara dengan tujuan mengurangi kekerasan. Juga memberikan apa yang dituntut oleh rakyat Afganistan.

"Afganistan yang berdamai dengan pemerintah adalah cerminan negara yang tidak berperang," kata Pompeo

Lihat juga:

Arab Saudi Bakal Buka Umrah Bertahap

Palestina Sebut Bahrain Pengkhianat usai Damai dengan Israel

Palestina menganggap Bahrain sebagai pengkhianat karena mengikuti jejak Uni Emirat Arab untuk melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.

"[Kesepakatan itu] merupakan aksi pengkhianatan terhadap rakyat Palestina," ujar Menteri Sosial Israel, Ahmad Majdalani, kepada AFP pada Jumat (11/9).

Senada dengan Otoritas Palestina, faksi yang mengontrol Jalur Gaza, Hamas, juga menganggap kesepakatan tersebut sebagai lambang agresi terhadap Palestina.

Kedua kelompok di Palestina ini menyampaikan pernyataan mereka tak lama setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan kesepakatan damai antara Israel dan Bahrain.

PBB Sepakati Resolusi Penanganan Corona, AS-Israel Menolak

Sebanyak 169 negara dari 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyepakati resolusi tertulis penanganan pandemi Covid-19 secara komprehensif dan terkoordinasi.

Terdapat dua negara yang memilih abstain dalam pemungutan suara, yakni Ukraina dan Hongaria, sedangkan Amerika Serikat dan Israel menolak.

Dalam resolusi tersebut, PBB mengakui peran Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pemimpin penanganan pandemi. Hal ini bertentangan dengan AS yang telah keluar dari keanggotaan WHO beberapa waktu lalu dan menuding lembaga tersebut salah mengelola pandemi, termasuk terlambat memberikan peringatan global.

"Mengakui peran penting kepemimpinan WHO dan peran fundamental PBB dalam mempercepat dan mengkoordinasikan penanganan pandemi Covid-19 yang komprehensif," demikian bunyi naskah resolusi tersebut dikutip AFP, Sabtu (12/9).

Menjelang pemungutan suara, AS bersama Libya dan Irak berupaya menghapus paragraf tentang perlindungan kesehatan seksual dan reproduksi pada perempuan karena keberatan akan pelaksanaan aborsi.

Namun upaya tersebut gagal karena lebih dari 120 negara memilih mempertahankan aturan tersebut, dan 25 negara abstain.

(evn/evn)

[Gambas:Video CNN]