Trump Klaim Lindungi Pangeran Saudi dalam Kasus Khashoggi

Middle East Monitor, CNN Indonesia | Senin, 14/09/2020 17:24 WIB
Presiden AS, Donald Trump, mengklaim dia melindungi Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammad Bin Salman, dalam kasus pembunuhan Jamal Khashoggi. Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman Al Saud. Presiden AS, Donald Trump, mengklaim dia yang melindungi Pangeran Mohammad Bin Salman dalam kasus pembunuhan Jamal Khashoggi. (Tolga AKMEN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim dia berhasil menyelamatkan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammad Bin Salman, dari kecaman anggota Kongres AS karena dituduh menjadi dalang atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Laporan itu terungkap dalam buku karya reporter investigasi, Bob Woodward, berjudul Rage yang berisi 18 wawancara dengan Trump untuk mengungkap kekeliruan di masa jabatan Trump.

Melansir Middle East Monitor, Senin (14/9), dalam bukunya, Woodward melaporkan bahwa Trump membela Pangeran Mohammad Bin Salman agar tidak menjadi sasaran Kongres AS, menyusul pembunuhan keji yang menimpa Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018.


Trump berkeras bahwa ia telah menyelamatkan Pangeran Mohammad Bin Salman yang diduga kuat terlibat dalam pembunuhan tersebut. Bin Salman diduga sebagai orang yang mengarahkan tim pembunuh yang dikirim Saudi untuk menghabisi Khashoggi.

Dalam kutipan buku yang diterbitkan oleh Business Insider itu, dalam sebuah wawancara Trump mengakui bahwa Bin Salman tetap menyangkal atas tuduhan keterlibatan dalam pembunuhan itu.

"Dia mengatakan itu kepada semua orang, dan terus terang saya senang dia mengatakan itu. Dia tidak pernah mengatakan bahwa dia melakukannya," ujar Trump.

Sementara itu, Arab Saudi terus-menerus membantah keterlibatan Pangeran Mohammad Bin Salman dalam pembunuhan tersebut. Pihaknya menyebut tim pembunuh bertindak secara independen.

Dalam putusan terakhir pengadilan pada awal pekan ini, Kerajaan Arab Saudi menghukum delapan orang dari agen pembunuh tersebut dengan hukuman penjara antara tujuh dan 20 tahun.

Keputusan itu dikecam karena dinilai tidak setimpal dengan perbuatan mereka.

(ans/ayp)

[Gambas:Video CNN]