WHO Peringatkan Eropa Akan Hadapi Lonjakan Kematian Corona

CNN Indonesia | Selasa, 15/09/2020 09:38 WIB
WHO memperingatkan negara-negara di Eropa akan menghadapi peningkatan kematian akibat virus corona pada Oktober dan November. Ilustrasi virus corona di Eropa. (AP/Jean-Francois Badias)
Jakarta, CNN Indonesia --

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan negara-negara di Eropa akan menghadapi peningkatan kematian akibat virus corona pada Oktober dan November.

Hal tersebut diucapkan oleh Direktur WHO Eropa Hans Kluge dalam sebuah wawancara dengan AFP, Senin (14/9) waktu setempat.

"Ini akan menjadi lebih sulit. Pada Oktober, November, kita akan melihat lebih banyak kematian," ucapnya.


Corona, kata Hans telah mengungkap kelemahan dan kekuatan masyarakat Eropa. Itu secara blak-blakan mengungkapkan realitas sistem kesehatan.

Dia juga mengatakan bahwa pandemi corona telah mengganggu layanan untuk penyakit tidak menular, termasuk pemantauan diabetes, hipertensi, dan skrining kanker di 68 persen negara Eropa.

Peringatan itu disampaikan WHO ketika jumlah infeksi harian infeksi Covid-19 di seluruh dunia mencapai rekor tertinggi.

Israel termasuk salah satu negara yang menghadapi lonjakan baru kasus corona.
Negara itu mengumumkan penguncian wilayah atau lockdown selama tiga pekan mulai Jumat.

Orang-orang tidak akan diizinkan meninggalkan rumah lebih dari 500 meter. Namun kebijakan Israel itu ditolak sejumlah warga.

"Ini tidak adil. Mereka tidak menghentikan pertemuan besar di sinagoga, pernikahan, dan acara lainnya, dan sekarang saya tidak bisa bersama anak dan cucu saya selama liburan?" kata Eti Avishai seorang penjahit (64). Peningkatan kasus juga terjadi di Kanada.

Selain itu, di Prancis, kota Marseille dan Bordeaux mengumumkan serangkaian tindakan untuk membatasi pertemuan publik saat infeksi Covid-19 melonjak.

Sebelumnya WHO telah melaporkan rekor peningkatan kasus virus corona global dalam satu hari pada hari Minggu (13/9. Angka itu merupakan penambahan harian tertinggi sejak awal pandemi di China akhir tahun lalu. Kini 29 juta orang di seluruh dunia telah terpapar virus corona.

(ndn/dea)

[Gambas:Video CNN]